Sagara Kita, DLH Jatim Bersama DLH Kota Probolinggo Gelar Aksi Bersih Sungai Tajungan

Must read

KOTA PROBOLINGGO || Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama DLH Kota Probolinggo kembali menggelar aksi bersih-bersih di Sungai Tajungan Kecamatan Mayangan, yang merupakan wilayah Kota Probolinggo, Kamis (27/11/2025) pagi.

Aksi ini melibatkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim, DLH Kota Surabaya, TNI, aktivis sungai,Formalis,Papesa dan lainnya

Fungsional Ahli Madya DLH Jatim,Zaini, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian Sagara Kita juga dalam peringatan World Clean up Day (WCD) 2025. Fokus utama kali ini adalah membersihkan sungai sepanjang kurang lebih 500 M yang tertutup rumput.

”Kegiatan bersih-bersih sungai ini penting dilakukan saat memasuki musim hujan. Rumput dan sampah lainnya menghalangi saluran air sehingga perlu dibersihkan,” kata nya

Ketua Papesa, Syaifudin Zuhri berharap aksi ini dapat menjadikan sungai Tajungan bersih dari sampah dan rumput, sehingga mencegah terjadinya banjir saat musim hujan tiba.Ia juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif

“Tiada hari tanpa bersih-bersih sungai. Ingat sungai itu milik bersama dan perlu kita jaga kebersihannya agar tetap bersih,” harapnya.

Sementara itu Camat Mayangan,Agus Dwiwantoro, mengapresiasi langkah DLH Jatim. Ia menilai sinergi yang melibatkan komunitas lingkungan , dan Pemkot adalah langkah positif dalam rangkaian WCD 2025.

Agus berharap kegiatan bersih-bersih sungai ini dapat dicontoh kota-kota lain di Indonesia. “Kegiatan seperti di Kota Probolinggo ini bisa diikuti oleh kota-kota lain di Indonesia secara rutinitas. Sehingga saat musim penghujan, permasalahan sungai menjadi bersih dan air tidak meluap atau banjir ke jalan,” pungkasnya

Kabid Penanganan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Probolinggo,.Gigih Ardityawan Pratama menyampaikan,melalui kegiatan ini tentunya menguatkan ekosistem yang ada di Pantai Permata juga Sungai Tajungan. Kita tahu tanpa keseimbangan ekosistem maka bagian dari rantai ekosistem bisa terganggu atau bahkan terputus. Kita harus siapkan kondisi sebaik-baiknya untuk lingkungan

Untuk mewujudkan hal tersebut, kami siap selalu menjalin sinergi dengan provinsi untuk menguatkan program di Kota Probolinggo. Ia berharap SAGARA menjadi momentum untuk komitmen menjaga lingkungan hidup, keanekaragaman hayati, memastikan ekosistem pesisir tetap lestari di masa yang akan datang.Kami juga menurunkan alat berat untuk mengeruk sungai dan sampah,” ujar Gigih.(Choy)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article