KOTA PROBOLINGGO || Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo merilis hasil riset mendalam mengenai penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024. Publikasi hasil riset ini ditandai dengan peluncuran dua buah buku berjudul “Mozaik Demokrasi Lokal” dan “Manifestasi Suara Rakyat”, yang digelar di Paseban Sena, Jalan Suroyo,Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo.
Selain acara publikasi hasil riset Pilkada 2024 ini juga dimeriahkan dengan pameran visual yang menampilkan tahapan-tahapan Pilkada 2024, memberikan gambaran komprehensif kepada para tamu undangan mengenai proses demokrasi yang telah berlangsung.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Walikota Probolinggo, Komisioner Bawaslu Kota Probolinggo, Ketua KPU Provinsi Jawa Timur, jajaran KPU Kota Probolinggo, badan adhoc (PPK/PPS), narasumber riset, serta tamu undangan lainnya.
Wakil Walikota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, berkesempatan memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku tersebut. Ia menyampaikan ucapan selamat atas publikasi hasil riset Pilkada 2024 yang telah dilakukan oleh KPU Kota Probolinggo.
“Mari melebur bersama tanpa sekat tanpa perbedaan untuk bersama-sama bergandengan tangan dan mengawal program pemerintah,” pintanya, Selasa (29/4/2025) siang.
Ina berharap agar kedua buku yang diluncurkan oleh KPU Kota Probolinggo ini dapat menjadi referensi yang berharga bagi semua pihak. Selain itu, buku-buku ini juga diharapkan berfungsi sebagai bahan evaluasi bersama untuk penyelenggaraan Pilkada di masa mendatang, demi proses demokrasi lokal yang semakin baik dan matang.
“Memiliki buku ini merupakan cita-cita saya sejak tahun 2014. Dan ini merupakan pencapaian penting dalam dokumentasi proses pemilu dan menjadi Legecy atau warisan berharga bagi penyelenggara berikutnya,” ujar Ina
Ketua KPU Kota Probolinggo, Radfan Faisal, mengatakan bahwa kedua buku tersebut mengulas secara lengkap berbagai aspek evaluasi dalam tahapan Pilkada 2024 di Kota Probolinggo. Evaluasi yang dibahas meliputi pengelolaan data pemilih dan evaluasi multi pihak, proses kampanye, dana kampanye, pemungutan suara, hingga aspek partisipasi pemilih dalam Pilkada.
“Dalam dua buku itu diulas lengkap bagaimana evaluasi tahapan Pilkada 2024 di Kota Probolinggo. Sehingga, kita bisa melihat referensi untuk Pilkada berikutnya,” kata Radfan.
Lanjut Radfan,salah satu catatan penting dari hasil riset tersebut terletak pada aspek sosialisasi kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa setiap segmen pemilih memiliki karakteristik dan kebutuhan sosialisasi yang berbeda, sehingga diperlukan cara-cara khusus agar sosialisasi pemilu dapat diminati dan efektif.
“Misal segmen pemuda itu tidak bisa hanya diam diskusi dalam ruangan. Butuh seperti hiburan dan lain-lain. Karena ini bisa jadi metode sosialisasi bar,” ujarnya.
Meskipun menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan, KPU Kota Probolinggo patut berbangga karena berhasil masuk dalam 10 besar kabupaten/kota dengan partisipasi masyarakat terbanyak se-Jawa Timur pada Pilkada 2024, yang menurut Radfan, merupakan hasil kolaborasi sosialisasi tidak hanya oleh KPU sendiri, tetapi juga dengan pemerintah daerah dan penyelenggara Pilkada lainnya.(Choy)

