Punuk di Belakang Leher, Tak Cuma Mengganggu Penampilan

Must read

JAKARTA || Saat bercermin, sebagian orang mungkin mendapati tonjolan kecil di bagian belakang leher. Sekilas tampak sepele, tetapi keberadaan punuk ini kerap mengusik kepercayaan diri dan, pada sebagian kasus, menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman di sekitar leher dan punggung atas.

Dalam dunia medis, punuk di belakang leher dikenal sebagai buffalo hump atau dorsocervical fat pad. Tonjolan tersebut terbentuk akibat penumpukan jaringan lemak di area pertemuan leher dan punggung atas. Lebih dari persoalan estetika, kondisi ini bisa menjadi penanda kebiasaan sehari-hari maupun gangguan kesehatan tertentu yang patut diwaspadai.

Sejumlah faktor diketahui dapat memicu munculnya punuk di leher. Salah satunya adalah postur tubuh yang buruk. Kebiasaan menunduk terlalu lama saat menatap layar ponsel atau laptop dapat melemahkan otot leher dan punggung atas. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini berpotensi memicu perubahan bentuk tulang belakang sekaligus penumpukan lemak di area tersebut.

Penyebab lain yang perlu mendapat perhatian adalah sindrom Cushing, yakni kondisi ketika tubuh memproduksi hormon kortisol secara berlebihan. Salah satu ciri khasnya adalah perubahan distribusi lemak tubuh, termasuk penumpukan di belakang leher. Sindrom ini dapat berkaitan dengan gangguan kelenjar adrenal, penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang, maupun keberadaan tumor tertentu.

Selain itu, efek samping obat-obatan juga dapat berperan. Penggunaan steroid seperti prednisone serta obat antiretroviral pada penderita HIV diketahui dapat memengaruhi distribusi lemak tubuh, sehingga lemak menumpuk di area yang tidak lazim, termasuk leher bagian belakang.

Faktor obesitas tak bisa diabaikan. Berat badan berlebih sering diikuti penumpukan lemak di berbagai bagian tubuh, termasuk di leher dan punggung atas. Kondisi ini kerap diperparah oleh gaya hidup kurang aktif.

Ada pula penyebab yang relatif jarang, seperti lipodistrofi, yaitu gangguan distribusi lemak tubuh yang tidak merata. Pada kondisi ini, lemak dapat berkurang di satu bagian tubuh, tetapi justru menumpuk di bagian lain, termasuk di leher. Penyakit Madelung juga termasuk kondisi langka yang ditandai penumpukan lemak simetris di sekitar leher, bahu, dan lengan atas, yang sering dikaitkan dengan konsumsi alkohol jangka panjang.

Penanganan punuk di belakang leher bergantung pada penyebabnya. Perbaikan postur tubuh menjadi langkah awal yang kerap dianjurkan, termasuk dengan latihan penguatan otot atau alat koreksi postur. Pengaturan pola makan dan olahraga juga penting, terutama bila punuk berkaitan dengan obesitas. Pada kasus tertentu, penyesuaian dosis atau penghentian obat pemicu perlu dilakukan atas rekomendasi dokter. Sementara itu, tindakan medis hingga operasi kosmetik dapat menjadi pilihan terakhir bila penumpukan lemak menimbulkan gangguan signifikan.

Jika tonjolan di belakang leher terasa mengganggu atau disertai keluhan lain, berkonsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah bijak untuk memastikan penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat. (rih)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article