LUMAJANG || Ungkapan Muhammad Jamil, Humas Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Klakah, seputar proyek revitalisasi dilingkup sekolahannya, berbalik seratus delapan puluh derajat.
Jauh hari sebelumnya, pria yang kerap disapa Jamil itu, mengakui jika dalam pelaksanaan proyek revitalisasi itu, banyak yang melenceng. Namun, pasca ungkapannya itu menjadi sorotan publik, Jamil tak lagi bergeming. “Intinya tentang bangunan saya tidak bisa komen. Maaf,” tulisnya melalui pesan Whatsap.
Untuk diketahui, SMKN Klakah merupakan salahsatu lembaga sekolah yang menerima progam pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan menengah dan menengah atas, dengan pagu anggaran Rp. 16,9 triliun tersebar di seluruh Indonesia.
Di SMKN Klakah, anggaran revitalisasi mencapai angka Rp. 3 miliar lebih, untuk pembangunan dua ruang praktek siswa, satu ruang ukuran 9×12 meter, ruang kelas baru ukurannya 9×8 meter dan empat toilet, ukuran 3×6 meter. Dikerjakan sejak awal bulan September sampai akhir Desember 2025.
Terpisah, Suyono Kepala Sekolah SMKN Klakah dihubungi via seluler, sempat terhubung namun belum merespon. Dan setelah dikirim pesan WhatsApp, handphone diduga tak lagi terhubung ke internet. Hingga berita ini ditayangkan, Suyono masih saja bungkam, Selasa (23/12/2025).
Dilansir dipemberitaan sebelumnya, provek APBN ini diduga dikerjakan serampangan. Para pekerja nampak bekerja tak sesuai SOP. Semua dalih atas ungkapan Jamil, sempat merujuk awak media bertatap muka langsung dengan Suyono Kepala Sekolah di ruang kerjanya.
Namun, tak sepatah klarifikasi pun muncul, sebatas ia meminta maaf, meminta pada kuli tinta bisa bekerjasama, menjadi situasi dalam tiap tahapan, agar tetap kondusif.
Terkesan, Suyono khawatir konfirmasi mengerucut pada indikasi – indikasi lain, satu diantaranya yang paling banyak disinggung sejumlah sumber, tentang dugaan pemangkasan – pemangkasan anggaran (persentase), proyek titipan dalam artian tanda kutip.(Den)

