KOTA PROBOLINGGO || Tersendatnya aliran air bersih akibat putusnya pipa Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo masih terjadi di sejumlah wilayah dan belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Dampaknya, PKL di wilayah Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan harus rela menyisihkan uang lebih untuk kebutuhan air bersih sehari-hari.
Di Kelurahan Mayangan,khususnya para PKl di wilayah tersebut, alami krisis air bersih terjadi sejak lima hari terakhir, Jumat (30/5/2025) pagi.
Menurut salah satu PKL, Mukti mengatakan, air yang disuplai Perumda Bayuangga terjadi sejak lima hari ini air tidak mengalir dengan lancar. Hal itu terjadi karena jebolnya pipa yang mengalirkan air di wilayah Tegalsiwalawan Kabupaten Probolinggo.
Akan tetapi, semenjak air PDAM tidak keluar dalam beberapa hari berturut-turut. Meski terkadang warga mendapat bantuan air, itu masih belum cukup untuk kebutuhannya.
Oleh karena itu, warga harus membeli air bersih dari tukang air keliling. Jika air mati, dalam satu hari, kami bisa mengeluarkan uang untuk beli air galon buat kebutuhan jualan sehari hari,” terangnya.
Hal senada juga disampaikan Ida.Ia mengaku untuk minum atau masak buat pembeli, kami beli air galon. Jadi, pengeluaran untuk air galon lebih banyak,” katanya/
Diberitakan sebelumnya,akibat tanah pondasi jembatan pipa milik Perumdam Bayuangga alami penurunan. Dampaknya, suplai air PDAM mengalir lambat, sejak Senin (26/5/2025) sore.
Jembatan pipa itu berada di Desa Tegalsiwalan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Jembatan pipa kedua setelah di jembatan utama yang berada di Sumber Air Ronggojalu. Jembatan pipa tersebut diperkirakan sudah berusia puluhan tahun.
Pantauan Kabarmetro.id, pondasi sisi timur memang tidak sejajar dengan pondadi sisi barat. Tanahnya menurun. Sehingga air menyembur deras dari sambungan pipa tengah yang lepas yang berakibat air tidak mengalir sempurna.(Choy)

