Perkuat Ekspor Petani Rakyat, IEC Dukung Peningkatan Kerja Sama Dagang Kopi dan Kakao RI-AS

Must read

JAKARTA || Di tengah dinamika perdagangan global, potensi ekspor komoditas unggulan Indonesia ke pasar internasional terus didorong. Senior Advisor Indonesia Export Channel (IEC), Denny Charter, menyatakan dukungannya terhadap beberapa poin penguatan kerja sama dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS), khususnya untuk komoditas kopi dan kakao (cokelat).

Dukungan ini dinilai sangat strategis mengingat Amerika Serikat merupakan salah satu pasar tradisional terbesar bagi produk perkebunan Indonesia.

“Kami di Indonesia Export Channel sangat menyambut baik dan mendukung penuh setiap langkah diplomasi dan negosiasi dagang antara RI dan AS. Bagi kami, kemudahan akses pasar ke AS akan berdampak langsung pada urat nadi perekonomian di tingkat akar rumput, terutama bagi para petani kopi dan kakao,” ungkap Denny Charter di Jakarta.

Sebagai informasi, Indonesia Export Channel (IEC) merupakan asosiasi profesional yang mewadahi para eksportir kelas menengah ke bawah. Menariknya, anggota IEC tersebar dari ujung barat hingga timur Indonesia, di mana sebagian besar dari mereka adalah entitas bisnis rintisan dan petani rakyat.

Sekretaris Jenderal IEC Dwi Rayindra Marchiano menjelaskan bahwa kopi dan kakao merupakan dua dari sekian banyak produk unggulan dari IEC. Melalui pembinaan dan sinergi, IEC telah membuktikan kapasitasnya dengan menembus pasar global.

“Member kami mungkin eksportir skala menengah ke bawah, tetapi kualitas produk petani kita berskala internasional. Kami di IEC sudah rutin mengekspor kopi dan kakao ke berbagai negara seperti Rusia, Belarus, berbagai negara di daratan Eropa, dan tentunya ke Amerika Serikat,” papar Ray.

Lebih lanjut, Ray menekankan bahwa perjanjian dagang yang lebih longgar, seperti pengurangan tarif atau kemudahan sertifikasi organik di AS, akan sangat membantu eksportir kelas menengah ke bawah dalam memotong biaya logistik dan birokrasi.

Neraca Perdagangan Kopi dan Kakao RI – AS

Dukungan IEC tidak lepas dari besarnya potensi serapan pasar Amerika Serikat terhadap dua komoditas tersebut. Berdasarkan data statistik perdagangan terbaru, AS secara konsisten mendominasi pasar ekspor kopi dan kakao Indonesia:

– Komoditas Kopi: Amerika Serikat adalah primadona tujuan utama ekspor kopi Indonesia. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, pada paruh pertama (Semester I) 2025 saja, volume ekspor kopi Indonesia ke AS mencapai 30,8 juta kilogram dengan nilai mencapai US$ 190,9 juta. Angka ini menempatkan AS sebagai negara pembeli kopi Indonesia nomor satu, jauh melampaui negara-negara Eropa.

– Komoditas Kakao (Cokelat): Sama halnya dengan kopi, AS merupakan negara tujuan utama ekspor kakao dan produk olahannya. Pada tahun 2023 lalu, nilai ekspor kakao Indonesia ke AS menyentuh US$ 174,48 juta (sekitar 14,56% dari total pangsa ekspor kakao RI), menjadikan Negeri Paman Sam sebagai salah satu importir kakao terbesar bagi industri cokelat mereka.

Melihat besarnya angka tersebut, Denny Charter optimis bahwa dengan adanya perjanjian bilateral yang saling menguntungkan, volume dan nilai ekspor komoditas ini akan terus meroket.

“Pasar AS itu sangat menghargai specialty coffee dan fine cacao. Ini adalah peluang emas. Harapan kami ke depan, kerja sama dagang RI-AS ini benar-benar pro-petani. Jika regulasi ekspor lebih bersahabat, kesejahteraan petani rakyat yang tergabung di IEC otomatis akan meningkat pesat,” pungkas Denny Charter. (wis)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article