LUMAJANG || Acara Pendidikan Penggerak Kader Bangsa yang diselenggarakan Pucuk Panji Bangsa dan DPC PKB Lumajang di Hotel Prima Sukodono (Jumat, 12/12/2025) dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh Kyai Miftahul Huda (Kyai dari Pesantren Al-Muttaqin Lumajang), diikuti dengan doa bersama untuk kemajuan kader PKB dan kesejahteraan masyarakat Lumajang.
Acara yang dihadiri sekitar 250 kader PKB dari berbagai kecamatan Lumajang, sejumlah kyai dan alim ulama wilayah, serta dipimpin pembukaannya oleh Rifki Abdul Halim (Gus Rifky) (Komandan Pucuk Panji Bangsa sekaligus Anggota DPR RI PKB) dan Anang Ahmad Syaifudin (Ketua DPC PKB Lumajang sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur) berlangsung dengan alunan nada khidmat dan penuh semangat.
Setelah pembacaan Al-Quran dan doa bersama, kedua tokoh PKB menyampaikan pesan dan rencana terpadu untuk kader PKB Lumajang:
1. Rencana Pendidikan 3 Hari dan Pesan Kader Militan (Gus Rifky)
Gus Rifky mengumumkan acara pendidikan akan berlangsung selama 3 hari (12-14/12/2025) dengan materi berbeda setiap hari, sambil mengajak kader untuk menghubungkan nilai Al-Quran dengan materi yang disampaikan:
“Pembacaan Ayat Suci Al-Quran di awal acara ini menjadi landasan seluruh kegiatan kita — karena setiap langkah kader PKB harus berakar pada ajaran agama. Materi kita hari ini hingga Minggu akan berfokus pada nilai-nilai ke-NU’an (ajaran Nahdlatul Ulama) sebagai ideologi PKB, tujuan utama berdirinya PKB, dan keselarasan nilai-nilai tersebut dengan Pancasila. Semua ini untuk membangun kader yang tidak hanya tahu teori, tapi juga bisa terapkan ajaran agama dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.”
Ia juga menambahkan pesan penting tentang karakter kader PKB:
“Kader PKB yang kita bangun harus menjadi kader militan: siap bergerak dalam situasi apapun, dalam kondisi apapun, tanpa memandang keuntungan pribadi. Militan di sini bukan berarti kasar, tapi memiliki komitmen kuat untuk mengabdi — siap membantu masyarakat saat bencana, siap sampaikan aspirasi warga ke pemerintah, dan siap jaga nilai agama dan kebangsaan di Lumajang.”
Gus Rifky sampaikan harapan dengan nada optimis:
“Harapannya, dengan pendidikan ini, PKB bisa semakin kuat menjadi wadah aspirasi masyarakat Lumajang, mampu memimpin dengan baik, dan menjadi partai terbesar di wilayah ini — yang selalu berakar pada nilai agama, kebangsaan, dan pengabdian kepada warga. Kita tidak ingin menjadi partai yang hanya bicara, tapi partai yang berbuat.”
2. Pesan Pengabdian Masyarakat (Anang Syaifudin)
Menindaklanjuti sambutan Gus Rifky dengan nada tegas namun penuh kasih, Anang Syaifudin menyampaikan tugas inti kader PKB yang harus diwujudkan:
“Nilai Al-Quran, ke-NU’an, dan Pancasila yang diajarkan Gus Rifky — beserta karakter kader militan yang diajukan — harus terwujud dalam tindakan: mengabdi kepada masyarakat, mengabdi kepada nilai-nilai agama, dan mengabdi kepada negara. Kader PKB harus menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat — yang tidak hanya memahami aspirasi warga, tapi juga mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi mereka. Jangan sampai kita menjadi kader yang hanya datang saat pemilu, tapi hilang saat masyarakat butuh bantuan.”
Acara hari pertama bersama kyai dan alim ulama, dengan alunan tausiyah yang hangat dan penuh makna, untuk mengaitkan nilai Al-Quran dan ke-NU’an dengan praktik pengabdian masyarakat di wilayah Lumajang. Kader yang hadir tampak antusias mengikuti setiap sesi, dengan banyak yang mencatat poin-poin penting dari sambutan kedua tokoh PKB.(dsr)

