PAPESA: Pejuang Sampah ditengah Tradisi Pasar Minggu, Ini Keseruannya

Must read

KOTA PROBOLINGGO || Perkumpulan peduli sampah secara aktif melakukan edukasi dan sosialisasi kepada pedagang dan pengunjung untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dengan mengajak mereka untuk beralih ke alternatif ramah lingkungan seperti membawa tas belanja sendiri dan botol minum isi ulang, serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengelola sampah plastik dengan lebih baik.

Di Kota Probolinggo, ada perkumpulan Peduli Sampah (Papaesa) di sana maju sebagai pejuang kebersihan.

Mereka hadir di tengah kesibukan Pasar Minggu yang digelar rutin setiap hari minggu dan berlokasi di sepanjang Jalan Suroyo Kecamatan Kanigaran. Bagi masyarakat Kota Probolinggo, aksi mereka hingga menjadi perhatian banyak orang, Minggu (21/9/2025) pagi.

Sekelompok perkumpulan tersebut, yang biasanya berkutat dengan gawai, rela berkeliling dari satu lapak pedagang ke lapak lainnya untuk mengkampanyekan jaga lingkungan tetap bersih dan bebas sampah.

Kehadiran pengunjung memang diharapkan untuk melarisi atau memborong dagangan PKL dan pelaku UMKM, sebagai bagian dari tujuan pemerintah meningkatkan perputaran roda ekonomi masyarakat di Kota Probolinggo.

Di tengah suasana seperti itu, Perkumpulan Peduli Sampah (Papesa) dengan kesadaran dan kepedulian tinggi tanpa pamrih turun ke jalan berkampanye di keramaian Pasar Minggu. Mereka tak mau darurat sampah berkepanjangan.

Mereka giat mengusung poster yang bertuliskan ajakan untuk peduli lingkungan. Sejumlah poster diusung mereka, seperti ajakan membuang sampah pada tempatnya, dan lapak pedagang, minim sampah.

Salah satu pengunjung.Lilis mengaku sangat terharu dengan kepedulian para kelompok peduli sampah tersebut karena dengan sukarela mau mengedukasi pedagang maupun pengunjung untuk menjaga kebersihan tempat jualan di Pasar Minggu ini.

Pemkot Probolinggo, katanya, juga sudah membuat komitmen bersama para pedagang untuk menyediakan tempat sampah sendiri, sehingga sampah tidak ada yang berserakan di jalanan,” ujar Lilis.

Hadirnya relawan tentu disambut gembira, karena secara berkelompok mereka berkeliling kawasan Pasar Minggu sambil menggunakan pengeras suara untuk mengingatkan pedagang maupun pengunjung agar membuang sampah pada tempatnya.

Ketua Papesa Syaifuddin Zuhri menceritakan kita bersama Forum Disabilitas dan Mahasiswa Ahmad Dahlan melakukan aksi simpatik di Pasar Minggu.Sebelumnya kami turut prihatin dengan TPA di Kota Probolinggo yang tidak lagi mampu menampung sampah.

Karena Pasar Minggu juga wajahnya Kota Probolinggo di hadapan pengunjung yang berdatangan dari berbagai daerah, maka pihaknya tidak ingin mendapatkan cap bahwa Kota Probolinggo sebagai kota yang gagal mengelola kebersihan.

Untuk itulah,bersamaan peringatan WCD 2025, kami bersama Forum Difabel dan Mahasiswa sepakat turun ke jalan selama Pasar Minggu berlangsung, untuk mengkampanyekan pentingnya kebersihan terhadap pengunjung maupun pedagang agar tidak membuang sampah sembarangan utamanya sampah plastik,” terang Syaifuddin.

Sementara itu, Ketua Forum Disabilitas Kota Probolinggo Andi Purwanto mengaku bangga bisa ikut berkontribusi menjaga kebersihan kawasan Pasar Minggu di Jalan Suroyo ini.

“ Kita ikut terlibat mengedukasi dengan keliling lokasi Pasar Minggu bersama Perkumpulan Papesa dan Mahasiswa sambil membawa pengeras suara dengan mengedukasi kepada para pedagang juga pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan.Lingkungan bersih membuat kita nyaman dan betah,” ujar Andi.

Jika saat ini belum sadar, kata dia, diharapkan nantinya masyarakat akan menyadari betapa pentingnya mengelola sampah dengan benar. Kesadaran itu setidaknya tidak menambah permasalahan di TPA Kota Probolinggo yang hingga sekarang masih diusahakan agar tetap bisa menampung tanpa menimbulkan polusi,” imbuhnya.(Choy)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article