JAKARTA || Di bawah teriknya matahari siang, Monumen Nasional menjadi arena pesta rakyat. Minggu (17/8/2025), ribuan warga tumpah ruah di lapangan luas, ikut serta dalam lomba-lomba khas 17-an: tarik tambang, makan kerupuk, balap karung, enggrang, hingga panjat pinang. Dari anak-anak berseragam merah putih, remaja, sampai orang tua yang nekat turun gelanggang, semua larut dalam keriuhan.
Pesta rakyat ini digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sejumlah event organizer Monas mengatur lomba yang bisa diikuti gratis, tanpa batas usia. Sistemnya dibagi per sesi. Gagal ikut di pagi hari? Silakan coba lagi di sesi siang yang dimulai pukul satu.
Hadiah lomba memang sederhana: alat tulis, tumbler, hingga bingkisan kecil lain. Tapi bukan itu yang dikejar warga. Gelak tawa saat peserta gagal menggapai kerupuk yang melambai di tali, atau saat tubuh peserta panjat pinang bergelimpangan ke tanah berlumpur, jadi hiburan utama.
Di sela lomba, aneka makanan gratis dibagikan di berbagai sudut Monas. Anak-anak berlarian ke arena istana balon, sementara panggung musik menyalakan irama yang mengiringi perayaan sampai malam. Acara ini dijadwalkan berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.
Bukan hanya lomba dan hadiah, tapi juga suasana kebersamaan yang jadi magnet. Monas, hari itu, tak sekadar monumen. Ia menjelma halaman rumah besar tempat warga Jakarta merayakan kemerdekaan. (rih)

