Kubah Pemkot Probolinggo di Bongkar, Warga Kota Menilai Tak Ada Masalah, Ini Alasannya

Must read

Kota Probolinggo || Usai dilantik sejak 20 Februari 2025 waktu lalu di Istana Negara, Walikota Probolinggo, dr H.Aminuddin langsung tancap gas. Hal itu terbukti dengan adanya pembongkaran kubah Kantor Pemkot Probolinggo, Selasa (25/2/25) sore.

Hingga pukul 17.00, kubah yang dibangun masa kepemimpinan Walikota sebelumnya Hadi Zainal Abidin itu, sudah rampung dibongkar. Kendati kubah berbahan beton, namun pekerjaan pembongkaran dilakukan manual, tanpa alat berat.Belum diketahui pasti, bentuk bangunan yang akan diganti nantinya.

Saat ditanya, salah seorang pekerja menjawab tidak tahu bentuk bangunan yang akan dikerjakan. Bahkan, ia menyarankan untuk bertanya langsung ke Dinas PUPR. “Kami tidak tahu, coba bapak tanya langsung ke Dinas PUPR,” terangnya.

Kadis PUPR,Setyorini Sayekti saat dihubungi melalui WA selulernya belum memberikan jawaban mungkin karena sibuk dengan pekerjaan.

Menanggapi aksi pembongkaran kubah, warga masyarakat pun merespon “Kalau sekiranya tidak pantas,Ya harus diganti dengan simbul-simbul yang pantes saja” jelasnya.

Kantor Pemkot itu, bukan masjid, karenanya tidak perlu ada bangunan berbentuk kubah. Sebagai penggantinya, ia berharap bentuk bangunan disesuaikan dengan bangunan yang sudah ada. Atau dikembalikan ke bentuk asal semula.

Kami meminta Pak Walikota dr Aminuddin, mengubah seluruh bangunan (Monumen atau Tugu) yang tidak mewakili tradisi atau budaya dan ikon lokal maupun nasional. bongkar semuanya, ganti dengan bangunan ikon Kota Probolinggo atau Indonesia,” pinta warga.

Sementara itu, saat dihubungi selulernya Walikota Aminuddin tidak merespon. Namun, Wali kota yang baru lima hari orang nomor satu di Pemkot itu langsung mengirim pesan singkat. “Maaf saya lagi retreat dan belajar,” Begitu pesan singkatnya.

Owner RSIA Amanah ini menyebut, dirinya belum mendapat laporan kalau kubah selesai dibongkar. Aminuddin berterus terang, kalau pembongkaran kubah tersebut sifatnya hanya simbolik.

“Kalau pakai kubah seperti itu, cocoknya walikota yang ilmu agamanya tinggi. Kalau saya dan Mbak Ina (Wakil Walikota), kan ilmu agamanya enggak tinggi,” canda Aminuddin.

Lagi-lagi Aminuddin menjawab dengan candaan. “Mungkin teman-teman takut kalau saya enggak kuat mengemban simbol itu. Mungkin nanti mau diganti lambang gelas dengan ular. karena saya seorang dokter,” terang Walikota Aminuddin.(Choy)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article