BerandaInternasionalJepang Prediksi Gempa Besar di Nankai Berpotensi Tewaskan 298.000...

Jepang Prediksi Gempa Besar di Nankai Berpotensi Tewaskan 298.000 Jiwa

Tsunami di Kota Miyako, Prefektur Iwate, Jepang, setelah gempa bumi berkekuatan 9,0 skala Richter pada 11 Maret 2011. (Mainichi Shimbun/Reuters)

TOKYO – Pemerintah Jepang memperkirakan gempa besar yang berpusat di Palung Nankai berpotensi menewaskan hingga 298.000 orang. Proyeksi ini tertuang dalam laporan terbaru yang dirilis pada Senin (31/3/2025), sedikit lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya pada 2014 yang mencapai 323.000 korban jiwa.

Palung Nankai membentang sepanjang 800 kilometer, dari Prefektur Shizuoka hingga ujung selatan Pulau Kyushu. Wilayah ini merupakan pertemuan lempeng samudra Filipina dan lempeng benua Jepang, tempat tekanan tektonik terus bertambah hingga akhirnya dilepaskan dalam bentuk gempa dan tsunami besar.

Skenario Terburuk

Dalam skenario terburuk yang disusun tim penanggulangan bencana Kantor Kabinet Jepang, tsunami diprediksi menjadi penyebab utama korban jiwa, dengan potensi 215.000 orang tewas. Sebanyak 73.000 orang diperkirakan meninggal akibat bangunan runtuh, sementara 9.000 lainnya kehilangan nyawa karena kebakaran pascagempa.

Meski jumlah ini lebih rendah dari prediksi satu dekade lalu, pemerintah menegaskan bahwa potensi kehancuran tetap sangat besar. Pasalnya, gempa besar di Palung Nankai tercatat terjadi setiap 100–200 tahun selama 1.400 tahun terakhir, dengan kejadian terakhir pada 1946.

Gempa Besar dalam 30 Tahun

Risiko terjadinya gempa besar dalam waktu dekat semakin meningkat. Pada Januari 2025, sebuah panel pemerintah memperkirakan peluang gempa berkekuatan tinggi dalam 30 tahun ke depan mencapai 75–82 persen.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) sebelumnya telah mengeluarkan “peringatan gempa besar” pada Agustus 2024 setelah gempa 7,1 magnitudo mengguncang Jepang bagian selatan. Meskipun peringatan itu dicabut sepekan kemudian, dampaknya memicu kepanikan, menyebabkan kelangkaan beras dan kebutuhan pokok akibat aksi borong warga.

Pemerintah terus memperkuat kesiapsiagaan bencana, termasuk penguatan struktur bangunan dan sistem evakuasi darurat, guna mengurangi dampak jika gempa besar benar-benar terjadi. (aih/AFP)

Translate »
error: kabarmetro.id