Jalin Kebersamaan dan Sambut Aspirasi, H. Sahri Gelar Silaturahmi

Must read

KOTA PROBOLINGGO || Anggota DPRD Kota Probolinggo Fraksi PDI Perjuangan, H. Sahri Trigiantoro, SH.,MH gelar silaturahmi bersama masyarakat sekitar yang berlangsung di Rumah Kediamannya, Minggu (2/11/2025) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemuda di wilayah kecamatan kademangan.

Dalam penyampaiannya, H. Sahri, mengatakan, bahwa sebagai warga negara Indonesia yang baik harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pasalnya, bangsa Indonesia terdiri dari beranekaragam suku, budaya, agama, ras, dan sebagainya.

“Di tengah perbedaan yang ada, mari kita tingkatkan lagi gotong royong untuk menjaga persatuan Indonesia. Jangan sampai, perbedaan yang ada justru menimbulkan perpecahan di lingkungan kita,” ujarnya.

H. Sahri juga menjelaskan bahwa, hal terpenting dari kegiatan ini ialah menjalin komunikasi yang lebih baik bersama masyarakat setempat. Ia pun dengan senang hati jika ada aspirasi yang datang melalui acara silaturahmi tersebut.

“Yang jauh lebih penting mendekatkan diri ke masyarakat, komunikasinya tidak terputus. Kalau ada aspirasi, bisa menyampaikannya di sini dan tidak harus formal. Dengan acara seperti ini, kita bisa berinteraksi secara intens dengan masyarakat,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya,anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Probolinggo H. Sahri Trigiantoro menggelar agenda Penjaringan Aspirasi Masyarakat (Reses) Tahun Persidangan ke 1 Tahun 2025, Sabtu (1/11/2025) sore. Reses berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Jalan Brantas Kecamatan Kademangan.

Dalam reses yang dihadiri warga, Ketua RT, Ketua RW serta tokoh masyarakat setempat.Topik yang muncul seputar persoalan yang dihadapi warga. Seperti BPJS Kesehatan terkait pelaksanaan yang tidak sejalan (konsisten) dengan moto “ Gotong Royong,Semua Tertolong”.

Hal yang dimaksud adalah pemulangan pasien, dengan alasan tidak memenuhi unsur kedaruratan,diskriminasi layanan antara pasien umum dengan pengguna bpjs serta layanan terbatas dan claim by Faskes dan RSU terlambat, bahkan terutang, sehinnga efeknya pada pelayanan.Tak kalah penting tentang kurangnya sosialisasi terkait perubahan prosedur.(Choy)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article