Ironi: Fenomena Masjid Dikunci, Apa Dampak Bagi Musafir

Must read

KOTA PROBOLINGGO || Dalam Islam, Masjid diibaratkan sebagai rumah kedua bagi umat Muslim. Di sanalah para Muslim menunaikan ibadah, menimba ilmu, dan menjalin persaudaraan. Bagi para musafir, masjid tak hanya tempat beribadah, tapi juga tempat beristirahat dan melepas lelah, Sabtu (10/5/2025)

Namun, fenomena masjid yang dikunci saat ini menjadi ironi. Masjid yang seharusnya menjadi tempat yang mudah diakses, kini menjadi sulit untuk dimasuki. Hal ini tentu menimbulkan berbagai pertanyaan dan kekhawatiran.

Berbagai alasan mengapa masjid dikunci, di antaranya keamanan,kekhawatiran akan pencurian atau perusakan menjadi alasan utama masjid dikunci.Penghematan biaya listrik dan air menjadi pertimbangan masjid dikunci saat tidak digunakan.

Kebersihan mengunci masjid dianggap dapat menjaga kebersihan dan menghindari vandalisme.

Dampak Masjid dikunci Masjid yang terkunci menimbulkan beberapa dampak, di antaranya:

Kesulitan Musafir: Musafir yang membutuhkan tempat untuk beribadah dan beristirahat menjadi kesulitan.

Kesan Eksklusif, Masjid yang terkunci dapat dikatakan bahwa masjid hanya diperuntukkan bagi orang-orang tertentu.

Penurunan semangat keumatan: Masjid yang terkunci dapat memicu penurunan semangat keumatan dan rasa memiliki terhadap masjid.

Fenomena masjid yang terkunci perlu dicarikan solusi agar masjid kembali menjadi rumah kedua yang nyaman dan mudah diakses.

Beberapa Mushafir saat mau sholat juga banyak yang mempertanyakan kenapa Masjid kok dikunci. Hal ini yang terjadi di Masjid Nur Jalan Hasyim Ashari Kelurahan Jati.(Choy)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article