Kota Probolinggo || Sebagai upaya dan komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo untuk mengentaskan anak rentan putus sekolah apalagi anak yang tidak sekolah. Hal ini terpantau saat Kepala Disdikbud kota Probolinggo, Dr Siti Romlah S.Si, M.Pd melakukan kunjungan kerumah salah satu anak yang mengalami rentan putus sekolah.
Kegiatan ini juga sebagai upaya mengantisipasi adanya anak yang tidak bisa mengenyam pendidikan karena berbagai faktor.
Menurut Kadis Dikbud Kota Probolinggo, terkait kebutuhan anak menyangkut pendidikan sebenarnya ada Layanan khusus di dinas yang dipimpinnya, berupa layanan langsung ke loket yang melayani anak putus sekolah ataupun anak tidak sekolah. “Selain itu di website yang kami miliki (https://disdikbud.probolinggokota.go.id/), pada pojok tertera ada kolom pengaduan anak rentan dan putus sekolah. Pada layanan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan turun langsung atau home visit seperti saat ini. Kegiatan ini akan terus dilakukan yang diharapkan utamanya wilayah Kota Probolinggo zero anak putus sekolah.”ujarnya, Kamis (13/2/25) pagi.
Komitmen Disdik Kota Probolinggo yang sangat peduli terhadap anak terutama anak yang berpotensi rentan putus sekolah patut mendapat acungan jempol “Dengan melakukan home visit, kami betul betul memotifasi anak dan melakukan langkah persuasif pada anak. Home visit kita akan tahu kebutuhan belajar anak anak seperti apa.
Ternyata faktor kebutuhan yang diperlukan anak, kami dapat mempelajari dan menyimpulkan kebutuhan anak misalnya kebutuhan belajarnya anak lebih pada disesuaikan dengan gaya belajar sesuai keinginan. Yang terpenting bagi kami, anak ini mau belajar. Terkait cara itu bisa disesuaikan dengan kebijakan kami di dinas.”ucap Kadis.Siti Romlah
Apresiasi atas komitmen Dinas Pendidikan untuk turun kelapangan dalam upaya melihat langsung kondisi riil menyangkut anak disampaikan oleh H. Rudi Ghofur, Ketua DPRD Kota Probolinggo periode 2014 – 2019 lalu.
Menurutnya secara pribadi sangat luar biasa melihat secara langsung anak anak usia sekolah yang membutuhkan pendekatan secara personal. “Ini perlu ditinjaklanjuti oleh kadis demi memutus secara langsung faktor penyebab yang dialami anak. Pertemuan dengan orang tua sudah jelas dan ada kiat kiat yang disampaikan oleh Bu Kadis. Tentang kelanjutannya, kadis akan membuka ruang untuk komunikasi dengan orang tua.”ujarnya.
Bahkan Rudi Ghofur berharap apa yang menjadi langkah kebijakan dari Kadis yang sekarang ini, akan berkelanjutan pada estafet kepemimpinan berikutnya. “Srikandi kita di Diknas ini perlu menjadi contoh kebijakan yang bisa dirasakan oleh masyarakat.” jellasnya.(Choy)

