KOTA PROBOLINGGO || Almarhum H. Muhammad Buchori atau yang biasa disapa Abah Buchori adalah sosok mantan walikota yang sangat dekat dengan semua kalangan di Kota Probolinggo.
Hampir di semua kegiatan di lingkungan mulai tingkat RT/RW dan lainnya, ia hadir dan itu dilakukan semenjak dirinya menjadi Walikota Probolinggo tahun 2004 – 2009 dan diteruskan ketika menjabat sebagai Walikota Probolinggo tahun 2009 – 2014 hingga wafat.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin saat takjiah ke rumah duka Jalan Raya Bromo KM 5 bersama Pj Sekda Rey Suwigtyo, Para Asisten, Staf Ahli, Kepala Satuan Kerja di Lingkungan Pemkot serta Camat dan Lurah, Senin (15/9/2025).
Dikatakan, dirinya mengenal HM,Buchori tidak saja saat menjadi Walikota bersama Putrinya yang kini merupakan Wakil Walikota Probolinggo, akan tetapi jauh sebelumnya sudah kenal beliaunya.
Gagasan dan ide untuk membangun Kota Probolinggo adalah bukti bagaimana kiprah Pak Buchori tidak bisa dipandang sebelah mata, ujar dr Aminuddin. Pasalnya, di tangan beliau, Kota Probolinggo menyandang sebagai Kota Adipura terbaik hingga berpredikat walikota gila taman (Wagiman).
Karena itu, dr Aminuddin mengaku merasa kehilangan atas kepergian HM,Buchori. Baginya, beliau cukup berpengaruh terhadap kemajuan pembangunan Kota Probolinggo. “Kami merasa sangat kehilangan,” ucapnya.
Di mata politisi Gerindra, Mantan Walikota dua periode HM,Buchori adalah sosok yang baik dan jujur. Kata itu diungkapkan berdasarkan pengamatan dirinya bagaimana HM,Buchori membangun komunikasi dengan semua pihak untuk kemajuan Kota Probolinggo yang mayoritas berpenduduk muslim.(Choy)

