Deddy Firmansyah: Festival Kopi Bisa Terus Diagendakan dan di Evaluasi Dengan Baik

Must read

LUMAJANG || Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang dari Fraksi Partai Gerindra, Deddy Firmansyah, menghadiri acara perdana Festival Kopi yang digelar oleh para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Lumajang pada Sabtu malam (tanggal disesuaikan).

Acara yang dikemas dalam suasana santai bertajuk “Ngopi dan Karaoke Bareng” ini menampilkan live akustik dan berhasil menarik perhatian warga yang datang untuk menikmati suasana malam akhir pekan di pusat kota.

Dalam wawancara pers, Deddy menyampaikan rasa senangnya atas terselenggaranya kegiatan kreatif tersebut. Ia menilai, kegiatan ini membuktikan bahwa alun-alun bisa menjadi ruang publik yang tidak hanya hidup, tetapi juga menghidupi masyarakat sekitar.

“Ini sangat positif. Masyarakat bisa menghidupi alun-alun, dan sebaliknya, alun-alun bisa menghidupi masyarakat. Ada interaksi ekonomi dan sosial yang saling menguntungkan,” ujar Deddy Firmansyah.

Ia menambahkan bahwa Festival Kopi ini merupakan acara perdana yang diadakan di alun-alun oleh para PKL, dan menjadi contoh bagus bagaimana ruang publik bisa dimanfaatkan dengan lebih kreatif. Oleh karena itu, ia berharap acara ini bisa diagendakan secara rutin ke depannya.

“Karena ini baru pertama kali, tentu harus ada evaluasi ke depan. Harapannya, kualitas acara terus meningkat. Tapi kita juga harus memperhatikan semua pihak—pengguna jalan, pengunjung yang ingin menikmati suasana alun-alun, serta pedagangnya sendiri. Semua harus diakomodir,” jelasnya.

Deddy juga menekankan pentingnya penataan dan pengelolaan alun-alun agar tetap bersih, nyaman, dan tertib. Menurutnya, mekanisme tata kelola yang jelas sangat dibutuhkan untuk menjamin keberlangsungan acara serupa.

“Kami dari DPRD dan pemerintah daerah tentu mendukung, tapi harus ada mekanisme yang menjamin fasilitas publik tetap terjaga. Mulai dari kebersihan, keamanan, kenyamanan, hingga ketertiban umum,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar para PKL yang terlibat dalam kegiatan ini semakin solid dan kompak. Dengan kerja sama yang baik, kegiatan seperti ini tidak hanya memeriahkan suasana kota, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan pelaku usaha kecil.

“Semoga ke depan para PKL di alun-alun semakin kompak, dan acara seperti ini bisa terus berjalan, membawa dampak ekonomi dan sosial yang lebih besar,” pungkasnya.

Festival Kopi ini menjadi langkah awal bagi para pelaku UMKM di Lumajang untuk menunjukkan potensi mereka dalam membangun ekonomi kreatif berbasis komunitas dan ruang publik.(dsr)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article