KOTA PROBOLINGGO || Wilayah pesisir memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, namun rentan terhadap permasalahan lingkungan, salah satunya krisis air tanah akibat pencemaran, eksploitasi berlebihan, dan intrusi air laut.
Pesisir Utara tepatnya di Pantai Permata bukan sekadar tempat berpijak, melainkan ruang belajar yang luas dan penuh makna. Kesadaran inilah yang ditunjukkan oleh siswa dan siswi SMA Negeri 2 Kota Probolinggo. Mereka membuktikan kepedulian terhadap bumi melalui Aksi Nyata Penanaman Mangrove yang digelar di Kawasan Pantai Permata Kecamatan Kademangan.
Cuaca mendung yang bersahabat, para siswa tampak bersemangat menapaki pasir pantai. Di tangan mereka tergenggam bibit-bibit mangrove muda, tanaman pantai yang menjadi benteng alami melawan abrasi dan gelombang laut. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi sebuah langkah kecil yang menyimpan makna besar: membangun kesadaran lingkungan sejak dini.
Kepala sekolah SMA Negeri 2 Proboplinggo, Dra Erni Prasetyawati, M.Pd mengatakan,kegiatan konservasi lahan basah meliputi meliputi edukasi, diskusi, kunjungan lapangan, serta praktik penanaman ratusan bibit mangrove di Pantai permata. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa terkait konservasi lahan basah.
“ Selain itu, siswa mampu mengidentifikasi permasalahan, menerapkan teknik konservasi sederhana, serta menunjukkan kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air tanah,” terangnya, Jumat (21/11/2025) pagi.
“ Program ini membuktikan bahwa pendidikan konservasi di sekolah pesisir efektif membangun agen perubahan di kalangan generasi muda. Dengan penguatan kolaborasi, pemanfaatan media digital, dan keberlanjutan program, kegiatan ini berpotensi menjadi model edukasi konservasi lahan basah bagi sekolah-sekolah lain di wilayah pesisir,” imbuhnya.
Sebelum aksi penanaman bibit mangrove para siswa terlebih dahulu mengikuti apel upacara bersama kepada sekolah dan para guru yang dilanjutkan dengan penyerahan bibit mangrove.(Choy)

