KOTA PROBOLINGGO || Cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang tinggi adalah penyebab utama harga ikan mahal. Kondisi ini membuat nelayan kesulitan atau bahkan tidak bisa melaut sama sekali. Akibatnya, pasokan ikan di tempat pelelangan dan pasar berkurang drastis, sehingga harganya melonjak
Hal itu terjadi di perairan utara Probolinggo, Jawa Timur, membuat harga ikan laut di Pasar Kronong Mayangan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Diketahui, di wilayah Probolinggo, tengah memasuki musim penghujan , berakibat terjadinya cuaca buruk di perairan utara Probolinggo, hingga perairan luar Pulau Madura. Kondisi ini berimbas pada hasil tangkapan ikan laut oleh nelayan, sehingga stok ikan laut sangat terbatas.
Pantauan Kabarmetro,Id,dilapangan ada banyak jenis ikan mengalami naik seperti jenis ikan tongkol Rp 30 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 20 rbu/kilonya. Ikan layur Rp 30 ribu, ikan kuniran Rp 25 ribu, kemudian ikan mangla Rp 20 ribu, teri Rp 20 ribu, dan ikan cumi-cumi Rp 60 ribu per kilogramnya. Rata-rata kenaikan 5 sampai 7ribu rupiah setiap kilogramnya.
Menurut Halimah, pedagang ikan laut di Pasar Kronong Mayangan, sekitar dua pekan belakangan ini, nelayan di Kota Probolinggo, saat mencari hanya di sekitar perairan utara Probolinggo dan Madura. Dengan dekatnya jarak tempuh tangkapan ikan tidak maksimal pula. Selain itu, cuaca buruk juga menjadi faktor lonjakan harga ikan ini sangat mahal.
“Banyak nelayan tidak dapat ikan saat melaut, ikan tongkol, medai, dan ikan banyar, harganya naik signifikan. Rata-rata naiknya harga ikan perkilogramnya mencapai 5.000 sampai 7.000 rupiah per kilogramnya,” terang Halimah, Senin (27/10/2025)
Lilis, pedagang lainnya juga mengeluhkan dengan stok ikan laut terbatas dan mahal. Ia mengatakan, jualan di pasar tradisional saat ini sangat sepi pembeli, karena ikan mahal. Ikan mahal menurutnya kerena para nelayan saat ini masih enggan untuk melaut karena cuaca buruk di musim hujan.
“Untuk harga ikan laut tergantung banyak tangkapan ikan dari para nelayan, kayak sekarang sepi, ramainya pasar tergantung stok ikan laut dari para nelayan itu sendiri,” ucap Lilis.(choy)

