BPS Berangkatkan 120 Mahasiswa STIS ke Aceh–Sumbar, Perkuat Data Rekonstruksi Pascabencana

Must read

JAKARTA || Badan Pusat Statistik (BPS) memberangkatkan kloter kedua mahasiswa Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Sebanyak 120 mahasiswa diberangkatkan menggunakan pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (15/1/2026) pagi. Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Amalia menegaskan, keterlibatan mahasiswa Polstat STIS merupakan bagian dari kontribusi BPS dalam memastikan ketersediaan data pascabencana yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan pemulihan.

“Pendataan ini bukan hanya sarana pembelajaran keilmuan, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat. Data yang dihasilkan akan menjadi tulang punggung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana,” ujar Amalia.

Dengan keberangkatan kloter kedua ini, total mahasiswa Polstat STIS yang telah diterjunkan mencapai 240 orang, setelah sebelumnya 120 mahasiswa diberangkatkan pada Rabu (14/1). BPS menargetkan total 510 mahasiswa akan ditugaskan secara bertahap, termasuk melalui penerbangan komersial.

Penugasan mahasiswa STIS tersebut merupakan bagian dari peran BPS sebagai koordinator pengelolaan data dalam tim pelaksana Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam, sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026.

Selain mahasiswa, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat serta 1.059 pegawai BPS di 52 kabupaten dan kota terdampak. Secara keseluruhan, tim pendata terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi Polstat STIS.

Para petugas akan melakukan pendataan rumah tangga terdampak, kondisi rumah, serta kerusakan infrastruktur melalui kunjungan langsung ke rumah warga dan lokasi pengungsian. Pendataan juga dilengkapi pencatatan kondisi bangunan dan infrastruktur berbasis foto serta titik koordinat geografis (geotagging).

Data yang dihimpun selanjutnya akan dipadankan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), serta data pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar bagi satuan tugas penanganan bencana dalam menyusun langkah rehabilitasi dan rekonstruksi, agar bantuan dan program pemulihan dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran.

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi yang turut hadir dalam pelepasan keberangkatan berpesan agar para peserta menjaga kesehatan selama bertugas. “Pekerjaan ini mulia dan membawa manfaat besar bagi masyarakat. Jaga kesehatan dan berbaik-baiklah dengan lingkungan,” ujarnya. (rih)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article