Master Class Sastra Fotografi Angkat Lokalitas Sumsel lewat Lensa dan Teks

Must read

LUBUKLINGGAU || Ruang pembelajaran kreatif yang mempertemukan fotografi dan sastra digelar di Lubuklinggau. Agung Dhariyanto menyelenggarakan Master Class Sastra Fotografi bertema “Membidik Masa Depan Lokalitas Sumatra Selatan Lewat Lensa dan Sastra” pada 20–21 Desember 2025 di Hotel Amazing Riverside Lubuklinggau. Kegiatan ini didukung pendanaan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI.

Master class tersebut menjadi ikhtiar penguatan literasi visual dan sastra dengan menjadikan fotografi dan teks sebagai medium pencatatan, refleksi, serta pemaknaan atas lokalitas Sumatra Selatan, khususnya Lubuklinggau, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara. Dukungan BPK Wilayah VI dipandang sebagai langkah konkret mendorong praktik kreatif yang tak semata berorientasi estetika, tetapi juga berkesadaran kultural dan berkelanjutan.

Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian pemaparan materi, diskusi, studi kasus, hingga praktik kreatif. Proses pembelajaran diarahkan agar peserta memahami kerja berkarya secara utuh, mulai dari membaca konteks lokal, membangun sudut pandang, hingga merangkai narasi visual dan teks yang saling menguatkan.

Sebanyak 20 peserta terkurasi terlibat aktif. Mereka berasal dari latar belakang beragam dan dipilih melalui proses seleksi untuk memastikan tujuan kegiatan tepat sasaran. Proses belajar berlangsung dialogis, dengan pertukaran gagasan antarpeserta sebagai bagian penting pembelajaran.

Produser kegiatan, Agung Dhariyanto, menegaskan bahwa master class ini menekankan proses dan kesadaran dalam berkarya. “Kegiatan ini tidak hanya berbicara soal teknik fotografi atau kemampuan menulis, tetapi tentang bagaimana peserta memahami konteks lokalitas dan menerjemahkannya menjadi karya yang jujur. Harapannya, proses dua hari ini menjadi fondasi praktik kreatif yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dari sisi peserta, pendekatan lintas disiplin dinilai membuka cara pandang baru. Muhammad Firdaus, salah satu peserta, menyebut fotografi menjadi lebih kuat ketika disandingkan dengan narasi dan kesadaran budaya. “Diskusi dan praktik selama kegiatan sangat membantu proses belajar dan berkarya,” katanya.

Sebagai luaran, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga merumuskan gagasan dan rancangan karya yang merepresentasikan lokalitas Sumatra Selatan melalui pendekatan visual dan sastra. Kegiatan ini sekaligus membangun jejaring kreatif yang diharapkan berlanjut setelah master class berakhir.

Panitia menyampaikan apresiasi kepada BPK Wilayah VI atas dukungan dan sinergi yang dinilai penting dalam membuka ruang belajar bagi lahirnya kreator yang peka, reflektif, dan bertanggung jawab secara kultural. Melalui kegiatan ini, fotografi dan sastra diharapkan terus dimaknai sebagai alat dokumentasi budaya, refleksi sosial, serta sarana membangun narasi lokal yang kontekstual dan bermartabat di tengah dinamika zaman. (rih)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article