KOTA PROBOLINGGO || PLKB Kecamatan Mayangan berkomitmen terus mendorong peran ayah teladan di Kota Probolinggo melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang baru saja diluncurkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN).
“Kita ada momentum yang luar biasa, yang pertama adalah kick off dari kegiatan GATI. Itu kepanjangannya adalah Gerakan Ayah Teladan Indonesia. Kalau dalam bahasa Jawanya, ‘Gati’ itu artinya perhatian. Jadi bagaimana ayah bisa memperhatikan pola asuh di keluarganya,” ujar Koordinator PLKB Kecamatan Mayangan,Senja Susanti.S,psi, Senin (25/8/2025) pagi.
GATI hadir bukan untuk menghakimi peran ayah selama ini, tapi mengajak semua pihak untuk mulai bergerak dari komunitas, media sosial, hingga keluarga-keluarga kecil. Indonesia yang bahagia dimulai dari keluarga yang utuh, perhatian, dan seimbang antara peran ayah dan ibu.
GATI hadir sebagai gerakan moral dan sosial yang menekankan pentingnya kehadiran serta perhatian seorang ayah dalam mendidik anak-anaknya. Tujuannya tak hanya menciptakan keluarga yang sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara emosional dan psikologis.,” imbuh Senja.
Kehadiran Camat Mayangan,Agus Dwiwantoro turut memperkuat pelaksanaan program GATI. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan menjadi pondasi utama dalam pembangunan karakter bangsa.
“ Kalau keluarganya bahagia, ya Indonesia Insyaallah penduduknya bahagia. Salah satunya adalah soal keterlibatan ayah itu yang harus dilakukan,” jelas Agus.
Lebih lanjut, Camat Agus menegaskan bahwa kehadiran ayah bukan hanya secara fisik, tetapi secara emosional dan psikologis.
“Kalau kita jarang ketemu anak, ya kita telepon. Sekarang ada video call. Jadi, tidak harus tiap hari di rumah. Tapi ada perhatian. Kedekatan itu bisa dibangun walau jarak jauh,” lanjutnya.
GATI bukan sekadar program formal, melainkan gerakan sosial berbasis komunitas. Melalui perluasan jaringan komunitas, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya peran ayah dalam keluarga. Program ini tidak menghakimi kondisi ayah yang bekerja di luar negeri atau luar kota, melainkan mengedukasi pentingnya koneksi emosional dan komunikasi aktif.
“Gerakan ini penting bagi pembangunan karakter Indonesia ke depan. Ini semua dalam konteks mempersiapkan generasi emas 2045, bukan hanya secara fisik dan kesehatan, tetapi juga secara mental dan intelektual,” pungkas Agus
Jika Anda adalah seorang ayah, kini saatnya menjadikan perhatian sebagai bentuk cinta tertinggi untuk anak dan pasangan. Karena dari kehadiran ayah yang teladan, generasi emas 2045 bisa kita wujudkan bersama.(Choy)

