JAKARTA || Netflix bersiap meluncurkan tayangan realitas “Squid Game: The Challenge”, kelanjutan dari waralaba drama Korea “Squid Game” yang sukses secara global. Meski musim kedua dan ketiga serial tersebut tidak masuk nominasi Emmy Awards 2025, Kepala Konten Netflix, Bela Bajaria, tetap menyatakan optimisme terhadap kekuatan waralaba ini.
“Saya baru saja menonton lima bagian pertama. Ini sangat bagus. Saya tidak sabar menunggu orang-orang melihatnya,” kata Bajaria, seperti dikutip dari The Wrap, Selasa (15/7/2025).
Bajaria menyebut bahwa “Squid Game” merupakan permata mahkota bagi Netflix dan menjamin setiap pengembangannya akan dilakukan dengan penuh pertimbangan. Ia mengungkapkan bahwa “Squid Game: The Challenge” bukan hanya format hiburan baru, melainkan bentuk ekstensi alami dari dunia cerita yang sudah melekat di benak penonton global.
Tetap Fokus ke Penonton
Di sisi lain, Bajaria secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran Squid Game musim kedua dan ketiga dalam daftar nominasi Emmy tahun ini. Ia menyebut kerja keras sutradara Hwang Dong-hyuk dan para pemeran layak diapresiasi.
“Menurut saya mengecewakan karena tidak dikenali,” ujar dia. Namun demikian, Bajaria tetap menekankan bahwa prioritas utama Netflix adalah menghadirkan konten yang terkoneksi secara emosional dengan penonton, bukan semata meraih penghargaan.
“Ini [Squid Game] masih jadi pertunjukan paling populer di dunia. Itu juga ikon budaya,” ujarnya.
Dominasi Emmy 2025
Meski Squid Game absen dalam nominasi utama, Netflix tetap mencatat pencapaian signifikan dalam Emmy Awards 2025. Platform ini meraih 14 nominasi dalam berbagai kategori program, mencakup 44 judul. Dua di antaranya, “Adolescence” dan “Black Mirror”, masing-masing mendapatkan 13 dan 10 nominasi.
Dengan peluncuran Squid Game: The Challenge, Netflix menunjukkan bahwa mereka tidak berhenti berinovasi dalam memperluas waralaba andalannya, sembari tetap mempertahankan kedekatan dengan basis penonton global. (rih)

