KOTA PROBOLINGGO || Hari Raya Idul Adha sebentar lagi. Umat Islam berlomba berburu hewan kurban terbaik, baik itu sapi, kambing ataupun domba. Salah satu hewan kurban yang tengah banyak diburu oleh warga Kota Probolinggo, adalah domba merino. Domba asli Australia tersebut dikawin silang dengan domba lokal dan banyak dikembangkan di daerah Banyuwangi.
Salah satu penjual hewan kurban,Imam Sapi,i mengatakan domba merino atau yang biasa disebut di pasar sebagai dormas tersebut banyak diburu masyarakat.
Kalau yang sudah pernah menyembelih domba merino, tahun berikutnya akan menyembelih lagi,” kata Imam saat ditemui di tempat penjualannya, Jalan Wahid Hasyim, Kecamatan Kanigaran, Selasa (3/6/2025) pagi.
Imam yang juga Ketua Limas Farm Food Kota Probolinggo mengatakan kali pertama mengenalkan domba tersebut di sekitar wilayah Kota Probolinggo. “Awalnya dikiranya cuma bulunya saja yang tebal, tapi ternyata dagingnya banyak. dan warnanya pink,” ujar Imam.
Kelebihan domba merino ( dormas) dengan domba lokal, lanjut Imam, memiliki tubuh yang besar. Selain itu, bentuk bulunya yang tebal juga memiliki berat daging melebihi dari domba lokal yang sama umurnya.
Ada 110 domba Merino dan harganya pun bervariatif mulai dari Rp 3 – 6 juta tergantung bobotnya.Sedangkan domba lokal kami jual dengan harga sekitar Rp 3 – 5 juta.
“Harga jualnya bagus sekali, banyak peminatnya. Menjelang Idul Adha ini saya sudah menjual 80 ekor domba merino(dormas),” terangnya.
Untuk diketahui,dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi, Pemerintah Kota Probolinggo mengambil langkah proaktif untuk memastikan seluruh hewan kurban yang akan disembelih berada dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Dinas Ketahanan Pangan,Perikanan dan Pertanian (DKPPP) Kota Probolinggo memastikan kesiapan hewan kurban yang sesuai dengan syariat Islam. Hal ini dilakukan melalui pemantauan intensif di kandang ternak dan pasar hewan saat melakukan sidak bersama Walikota,Aminuddin.(Choy)

