KOTA PROBOLINGGO || Anggota DPRD Provinsi Jatim Fraksi Gerindra menggelar sarasehan pendidikan bertajuk “Dampak Negatif Media Sosial Terhadap Kesehatan Mantal Anak Mengenali Gejala Mencari Solusi”.
Kegiatan ini berlangsung di Ball Room Hotel Bromo View, Jalan Raya Bromo Kecamatan Kademangan. Acara ini menghadirkan Moch Mahrus, Anggota DPRD Kota Surabaya juga seluruh Anggota DPRD Kota Probolinggo, Minggu (11/5/2025) siang.
Sementara sebagai Narasumber Ryadlus Sholihin Firdaus yang juga Ketua Komisi 2 DPRD Kota Probolinggo dan Achmad Hudri mantan Ketua KPU Kota Probolinggo yang kini menjabat sebagai Ketua FKUB Kota Probolinggo dan dihadiri Sekretaris DPC Partai Gerindra, Nur Fathur, Ketua PAC se Kota Probolinggo, Ranting dan Anak Ranting, Sayap Partai serta Ratusan Relawan Partai Gerindra.
Dalam sambutannya Moch Mahrus menyampaikan bahwa perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat berinteraksi. Jika dahulu komunikasi lebih banyak dilakukan secara tatap muka, kini media sosial menjadi sarana utama dalam menjalin hubungan sosial.
“Media sosial mempermudah kita dalam berkomunikasi dan mendapatkan informasi secara instan. Namun, perubahan ini juga membawa tantangan, terutama dalam menjaga kualitas interaksi sosial yang sebenarnya,” ungkap Mahrus.
Perubahan ini tidak hanya berdampak pada hubungan antar individu, tetapi juga pada kehidupan keluarga dan komunitas. Banyak orang kini lebih banyak berinteraksi melalui layar gawai dibandingkan berbincang langsung dengan orang-orang di sekitar mereka.
Perkembangan teknologi memungkinkan berbagai aktivitas dilakukan secara online, mulai dari belanja, bekerja, hingga belajar. Mahrus mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam ketergantungan terhadap dunia digital.
“Teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti interaksi sosial yang nyata. Kita harus tetap menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan dunia nyata,” jelas Mahrus.
Sementara itu Narasumber, Ryadlus Sholihin Firdaus menguraikan berbagai dampak media sosial dalam kehidupan masyarakat, baik dari sisi positif maupun negatif.
Dampak positifnya,mempermudah komunikasi lintas jarak dan waktu memungkinkan interaksi lebih luas tanpa batasan geografis.
Meningkatkan Kesadaran Sosial dan Advokasi serta Memudahkan penyebaran informasi dan kampanye sosial.
Dampak Negatif nya, menurunnya interaksi sosial nyata, ketergantungan pada media sosial membuat banyak orang mengabaikan komunikasi tatap muka.
Polarisasi Hoaks dan Disinformasi dan Penyebaran informasi palsu semakin marak dan berpotensi memicu perpecahan.Tak kalah penting dampak psikologisnya kecanduan dan FoMO (Fear of Missing Out). Banyak pengguna mengalami kecemasan akibat tekanan sosial di dunia digital.,” terang Ryadlus.
Media sosial memiliki manfaat besar dalam kehidupan modern, tetapi juga menghadirkan tantangan yang tidak boleh diabaikan. Menjaga keseimbangan antara dunia digital dan interaksi sosial nyata menjadi kunci agar masyarakat tetap dapat menikmati manfaatnya tanpa kehilangan nilai-nilai sosial yang mendasar,” lanjutnya.
Narasumber lainnya, Achmad Hudri menekankan pentingnya dalam mengatasi dampak negatif media sosial, memberikan beberapa rekomendasi kepada para peserta. Gunakan Media Sosial dengan Kesadaran – Pahami tujuan penggunaannya agar tidak terjebak dalam konsumsi digital yang berlebihan.
” Tetapkan Batasan Waktu . Seimbangkan waktu online dengan interaksi langsung di dunia nyata.Cek Kebenaran Informasi dan Verifikasi setiap informasi sebelum membagikannya untuk menghindari penyebaran hoaks.Mari kita manfaatkan media sosial secara bijak, tidak hanya untuk kepentingan pribadi tetapi juga demi kebaikan bersama,” pinta Hudri.
Acara ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dengan menciptakan suasana kebersamaan di tengah era digitalisasi yang terus berkembang.(Choy)

