‘Mulutmu Harimaumu’, Pemilik Ruko Diterkam Pekerjanya Hingga Tewas dan Dicor

Must read

Polisi di lokasi ditemukan jasad dicor. (Kompas.com)

JAKARTA – Minggu pagi di pertengahan Februari 2025, JS berpamitan kepada istrinya. Ia mengatakan akan pergi ke rukonya di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, untuk mengecek pekerjaan renovasi.

Pria berusia 69 tahun itu kemudian tidak kembali. Hari berganti, keberadaannya menjadi misteri.

Rekaman CCTV di sekitar lokasi terakhir menunjukkan JS masuk ke toko yang sedang direnovasi. Namun, tak ada rekaman yang menunjukkan ia keluar. Pihak keluarga mulai cemas. Dua hari setelah kepergiannya, laporan orang hilang dibuat ke kepolisian.

Dalam proses pencarian, kuasa hukum keluarga, Enjel Aritonang, mengungkap bahwa sebelum menghilang, JS sempat berselisih dengan para pekerja yang menangani renovasi. “Beliau ini orangnya ceplas-ceplos, mungkin ada yang merasa tersinggung oleh ucapannya,” kata Enjel. Konflik kecil itu ternyata menjadi pemicu tragedi besar.
*
Penelusuran polisi, tragedi itu bermula pada Minggu (16/2/2025), JS pergi mendatangi lokasi proyek renovasi. Ia mendapati para pekerja bangunan mogok kerja.

JS kemudian bersitegang dengan ZA yang merupakan salah satu pekerjanya.

“Saat itu, korban meminta pelaku untuk ikut ke kantor polisi guna melaporkan dugaan pencurian peralatan proyek. Namun, pelaku menolak dan menuntut gajinya yang belum dibayarkan sebesar Rp 900 ribu,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly.

Perselisihan semakin memanas karena korban terus memaki dan mengatai pelaku hingga menampar dan memukulnya.

Tidak terima diperlakukan seperti itu, pelaku melawan dengan menerkam korban hingga terjatuh.

Insiden ini pun berujung pada penganiayaan berat yang menyebabkan korban tewas di tempat.

Dalam kondisi panik, pelaku memastikan korban sudah tidak bernyawa pada 18 Februari 2025.

Ia kemudian menyeret jasad korban ke saluran air di dalam toko, lalu menutupnya dengan semen dan batu bata agar tidak terlihat.

**

Kepolisian yang bergerak cepat akhirnya menemukan titik terang. Pada 26 Februari 2025, mereka mendapati sesuatu yang mencurigakan di belakang ruko milik JS. Lantai yang terlihat baru dicor itu mengundang kecurigaan. Ketika dilakukan pembongkaran, kecurigaan itu terbukti benar.

Tim forensik, dibantu petugas pemadam kebakaran, menggali area yang sudah mengeras itu. Butuh waktu dan tenaga ekstra untuk membongkar lapisan semen yang menutupi jasad JS. “Korban dimasukkan ke dalam saluran air, lalu ditutup dengan semen dan batu bata,” kata Kombes Nicolas Ary Lilipaly.

Dugaan awal menyebutkan bahwa JS telah meninggal dua hari sebelum tubuhnya dicor. Lalat dan bau busuk yang tercium di sekitar lokasi semakin menguatkan perkiraan tersebut.
***
Polisi tak butuh waktu lama untuk menemukan tersangka. ZA, seorang pekerja yang turut merenovasi ruko, ditangkap di Cipete, Jakarta Selatan, pada 26 Februari 2025. Ia ternyata masih membawa ponsel korban ketika ditangkap.

Tak hanya itu, ZA juga sempat mengambil uang korban. “Sebagian harta korban berupa uang sudah diambil oleh terduga pelaku dan ditransfer ke rekeningnya,” ujar Nicolas. Polisi melacak adanya transaksi penarikan tunai sebesar Rp 10 juta, serta transfer sebesar Rp 40 juta ke rekening pelaku.

Penangkapan ZA dilakukan dengan cara yang tak biasa. Polisi menjebaknya dengan memancingnya ke rumah korban di Cipete. “Pelakunya masih polos, tidak sengaja bunuh orang. Kalau memang benar pembunuh, dia sudah hilang,” ujar Nicolas.

Kini, ZA harus menghadapi penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, keluarga JS masih berduka atas kepergian pria yang dikenal lugas itu. Tragedi di ruko Rawamangun ini menyisakan luka yang mendalam, sekaligus menjadi pengingat bahwa sebuah perselisihan kecil bisa berujung pada peristiwa tragis yang tak terduga. (iha)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article