Dalam acara Customer Gathering yang digelar di Hotel Mercure Karawang pada 15 Oktober lalu, KAI Logistik mengajak kolaborasi para pelaku bisnis untuk mengurangi emisi karbon dan menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan.
Direktur Utama KAI Logistik, Fredi Firmansyah, menegaskan bahwa peralihan ke moda kereta api dalam sistem logistik dapat mengurangi beban emisi karbon yang besar dari sektor transportasi darat.
“Satu rangkaian kereta api memiliki kapasitas angkut setara 60 truk, sehingga dapat membantu menekan emisi karbon secara signifikan. Selain itu, ini juga memberikan penghematan biaya perawatan infrastruktur jalan yang lebih efisien,” jelas Fredi.
Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) hingga 41% pada tahun 2030. Data menunjukkan bahwa sektor transportasi menyumbang 94,69% dari emisi karbon transportasi darat. Melalui penggunaan moda kereta api yang efisien dan ramah lingkungan, KAI Logistik optimistis dapat mendukung target nasional ini.
KAI Logistik mencatat bahwa volume angkutan kontainer melalui kereta api meningkat hingga 14% sepanjang Januari–September 2024 dibanding periode yang sama tahun lalu, menunjukkan minat pelaku usaha yang kian meningkat terhadap logistik berkelanjutan. KAI Logistik berharap tren positif ini terus berlanjut, terutama di tengah berkembangnya kebijakan pajak karbon yang direncanakan mulai berlaku pada 2025.
“Kami optimis konsep ispossible! yang diusung KAI Logistik akan semakin kuat, mengajak semua pihak berpartisipasi dalam mewujudkan solusi logistik yang efisien, hijau, dan berkelanjutan,” tambah Fredi. Dengan kolaborasi bersama seluruh pelaku industri, KAI Logistik bertekad menjadikan moda kereta api sebagai garda depan logistik ramah lingkungan di Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan KAI Logistik, silakan kunjungi www.kalogistics.co.id.(*)
Editor ; Tundra. M

