BerandaPolitikSortir dan Pelipatan Surat Suara, KPU Kota Probolinggo Libatkan...

Sortir dan Pelipatan Surat Suara, KPU Kota Probolinggo Libatkan 15 Orang Pekerja

Kabarmetro.id, KOTA PROBOLINGGO – 15 orang dari pihak penyedia jasa menjadi pelipat surat suara pemilihan umum (Pemilu) 2024 di Gudang KPU. Gudang tersebut berlokasi di JLU, Kecamatan Mayangan yang disewa oleh KPU untuk menyimpan seluruh logistik. Termasuk kegiatan pelipatan surat suara. Rabu (10/1/24).

Terlihat, sebelum dilipat, mereka terlebih dulu mensortir surat suara berdasarkan jenisnya. Dikhawatirkan ada surat suara yang bercampur antara surat suara untuk Pilpres, Pileg dan DPD.
Rata-rata, mereka yang terlibat dalam pensortiran dan pelipatan surat suara didominasi oleh para ibu-ibu.

Dari semua yang ditanya, kebanyakan mereka adalah tenaga yang sudah berpengalaman. Dalam artian sudah pernah dilibatkan di Pemilu-Pemilu sebelumnya. “Saya sudah mulai tahun 2014 melipat surat suara ini,” ungkap salah satu pekerja pelipat suara.

Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Probolinggo, Ahmad Hudri mengatakan, total ada 15 orang yang dilibatkan dalam pelipatan surat suara.Hari ini sementara ada 6 orang pekerja.

Sebelum mensortir dan melipat, KPU terlebih dulu memberikan pengarahan kepada mereka agar mengerti bagaimana cara mensortir dan melipat surat suara yang benar.

Ditargetkan, kegiatan tersebut selesai maksimal 8 hingga 12 hari. Menurutnya, kurang lebih 700 ribu surat suara yang akan disortir dan dilipat. Kecuali surat suara PSU (Pemungutan Suara Ulang).”Semuanya disortir dan dilipat kecuali PSU,” jelas Hudri.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kota Probolinggo, Johan Dwi Angga menyampaikan kepada KPU bahwa sebelum dilakukan penlipatan terlebih dahulu dilakukan pengecekan agar tidak terjadi penukaran surat suara maupun rusak,” terangnya.

Terkait upah yang mereka dapatkan, Hudri menegaskan bahwa besaran upah yang mereka terima ,kami sudah melakukan kontrak dengan pihak penyedia tenaga sortir lipat,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Probolinggo, Johan Dwi Angga menyampaikan kepada KPU bahwa sebelum dilakukan penlipatan terlebih dahulu dilakukan pengecekan agar tidak terjadi penukaran surat suara maupun kedapatan rusak,” terangnya. (Choy)