Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kabarmetro.id, KOTA PEKANBARU – Rencana pembubaran paksa warga imigran atau pengungsi luar negeri yang masih melakukan aksi unjuk rasa di Depan Gedung Graha Pena, Kecamatan Tuah Madani direspon Walikota Pekanbaru Firdaus. 

Walikota setuju dengan penertiban tegas aksi yang sudah berlangsung selama 41 hari itu. Pertimbangannya, Pemerintah Kota (Pemko) harus mengantisipasi penyebaran Covid-19 lantaran aksi itu menimbulkan kerumunan.

“Saya sangat setuju untuk penertiban yang lebih tegas. Mengantisipasi penyebaran Covid-19. Jika tidak ditertibkan dengan pertimbangan Hak Asasi Manusia, kita juga harus memikirkan HAM warga setempat,” kata Walikota, Sabtu (25/12). 

Langkah pembubaran paksa itu diambil Badan Kesbangpol Kota Pekanbaru untuk menghindari kemungkinan ancaman yang timbul. Kepala Badan Kesbangpol Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian menjelaskan ancaman yang mungkin terjadi di kegiatan unjuk rasa ini berupa kerumunan. Tentunya ini bisa mengganggu proses pengamanan Natal dan Tahun Baru, kemudian Covid-19. 

“Kerumunan ini berlangsung setiap hari. Lebih kurang 50 sampai 100 orang melakukan aksi, bergantian. Hal ini harus segera kita antisipasi,” kata dia. 

Ancaman lain berupa gangguan kepada masyarakat sekitar, serta tempat-tempat ibadah yang ada di sana sering dijadikan tempat berkumpul. Mereka juga menggunakan fasilitas yang ada di sana, hingga menyebabkan kondisi tempat ibadah itu menjadi kotor. 

Selain itu, rumah toko atau ruko yang ada di sekitar juga dijadikan tempat mereka beristirahat, tempat berkumpul dan lain sebagainya. Ini juga berupa potensi ancaman terkait dengan pencegahan penyebaran Covid-19, yang saat ini dilakukan Pemko Pekanbaru. 

Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri (PPLN) Kota Pekanbaru. Satgas ini terdiri dari berbagai instansi ada TNI-Polri, Kejaksaan, OPD terkait serta IOM dan UNHCR. Upaya yang dilakukan sudah berdialog dan mediasi berulang kali. Terakhir, tim juga sudah lakukan rapat tentang rencana penertiban terhadap unjuk rasa yang dilakukan oleh pengungsi ini. Hasil rapat itu, Satgas bertindak lebih tegas lagi berupa pembubaran paksa terhadap pengungsi luar negeri ini.

“Hasil rapat, kami akan lakukan penertiban atau pembubaran paksa setelah pelaksanaan Natal dan Tahun baru. Kami perkirakan di minggu pertama Januari. Tetapi kalau perlu melaksanakan penertiban sebelum itu, kami siap juga. Ini langkah-langkah dan upaya yang telah kami lakukan. Dengan berbagai pertimbangan, hasilnya seperti itu,” paparnya. (Ong/Kominfo)

RELATED ARTICLES

Wagub Audy Inginkan Tuanku Imam Bonjol dan Pasaman Equator City Jadi Icon Pariwisata Sumbar

Kabarmetro.id, JAKARTA - Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy didampingi Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS, meninjau Museum Tuanku Imam Bonjol yang berlokasi di...

Purna Daliman Tutup Usia, Dandim 0308/Pariaman Letkol Czi Titan Jatmiko Melayat Ke Rumah Duka

Kabarmetro.id, PADANG PARIAMAN - Ikut Berbelasungkawa Dandim 0308/Pariaman Letkol Czi Titan Jatmiko Melayat Kerumah Duka atas meninggalnya bapak (Purn) Daliman org tua...

Kapolda Sumbar: Perkuat Pemeriksaan Data Cara Cegah Joki Vaksin

Kabarmetro.id, JAKARTA - Kapolda Sumatera barat Irjen pol Teddy Minahasa Putra meminta agar pemeriksaan awal pendataan warga yang akan divaksin selalu diperkuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Jelang Pilkades Serentak, Ajak Warga Jaga kondusifitas

Kabarmetro.id, KOTA PROBOLINGGO - Jelang Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) yang akan digelar secara serentak pada tanggal 17 Februari 2022, di 250 desa se Kabupaten...

Bupati Lampung Barat Tinjau Lokasi Bencana, Jalan Terputus Akibat Longsor Tergerus Air!

Kabarmetro.id, LAMPUNG BARAT - Bupati Lampung Barat (Lambar) H. Parosil Mabsus meninjau langsung lokasi, jalan kabupaten yang putus akibat tergerus air di Pekon Mutaralam,...

Danrem 032 Wirabraja Brigjen TNI Purmanto Kunjungi Kodim 0308 Pariaman

Kabarmetro.id, KOTA PARIAMAN - Walikota Pariaman, Genius Umar didampingi Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin menerima kunjungan Komandan Korem (Danrem) 032 Wirabraja, Brigjen TNI Purmanto...

Siswa Lelaki dan Perempuan Belajar di Waktu Berbeda! Ada Apa?

Kabarmetro.id, KOTA PROBOLINGGO - Sejumlah SDN di Kota Probolinggo mulai menerapkan dengan memisahkan ruang belajar antara siswa laki-laki dan perempuan. Kebijakan sebagai tindak lanjut...

Recent Comments