BerandaSosial budayaRumah Zakat Bentuk Kelurahan Tangguh Bencana, Ini Tujuannya

Rumah Zakat Bentuk Kelurahan Tangguh Bencana, Ini Tujuannya

Kabarmetro.id, KOTA PROBOLINGGO – Mengantisipasi bencana yang sering terjadi di wilayah Indonesia, Rumah Zakat telah membentuk Kelurahan Tangguh Bencana di Kota Probolinggo. Pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana itu dimaksudkan agar masyarakat yang rawan bencana memiliki kemampuan mandiri untuk mengantisipasi dini bila terjadi bencana di wilayahnya, baik sebelum, ketika terjadi bencana, maupun sesudah terjadi bencana.

Kelurahan Tangguh Bencana sebagai upaya penanggulangan dini dalam menghadapi bencana. Menurut Eko Yudha,Tim Reaksi Cepat Rumah Zakat Action mengatakan, bencana bisa datang kapan saja sehingga dibutuhkan kesiapsiagaan dari semua pihak, termasuk salah satunya pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana ini.

“ Pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana ini menjadi tanggung jawab kita kedepan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kota Probolinggo yang meliputi pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana,Sementara itu,semua kegiatan, anggaran bersumber pada rumah zakat ” ujar Yudha disela sela kegiatan pembentukan Kelurahan Tangguh di Aula Kantor Kelurahan Mangunharjo.Jumat (29/3/24) sore.

Pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana sejalan dengan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana. Bahasan menyebut, dengan regulasi yang dikeluarkan BNPB ini menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam pengembangan Kelurahan Tangguh Bencana sebagai upaya Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK).

“Disamping itu, peraturan tersebut juga dapat digunakan sebagai acuan dalam memasukkan unsur-unsur Pengurangan Risiko Bencana (PRB) ke dalam program-program lain di tingkat kelurahan maupun mitra-mitra non pemerintah,” jelasnya.

Ketua Relawan Rumah Zakat Pusat,Indar Parawangsa menerangkan, dibentuknya Kelurahan Tangguh Bencana ini karena kelurahan memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana.

“Dalam Kelurahan Tangguh Bencana, masyarakat terlibat aktif dalam mengkaji, menganalisis, menangani, memantau, mengevaluasi dan mengurangi risiko-risiko bencana yang ada di wilayah mereka,” imbuhnya.

Indar juga mengatakan, program yang dilakukan untuk membentuk masyarakat yang tangguh antara lain melalui penyuluhan kebencanaan, simulai siaga bencana, pembuatan jalur evakuasi, membuat media edukasi bencana, dan merekrut pemuda tangguh bencana.

“Dengan terbentuknya Kelurahan Tangguh Bencana diharapkan masyarakat, terutama yang berada di daerah rawan bencana bisa lebih siap melakukan pencegahan maupun siaga saat bencana terjadi, sehingga meminimalisasi dampak kerugian yang terjadi,” tegasnya. (Choy)