BerandaPolitikPesangon Tidak Merata, Puluhan Eks Karyawan Pabrik Kecap PT....

Pesangon Tidak Merata, Puluhan Eks Karyawan Pabrik Kecap PT. Sinar Mas Surya Sejahtera ke DPRD Kota Probolinggo

Kabarmetro.id, KOTA PROBOLINGGO – Sejumlah Eks karyawan Pabrik Kecap PT Sinar Mas Surya Sejahtera di Kota Probolinggo mendatangi Kantor DPRD. Mereka datang untuk menyampaikan soal pesangon mereka.

Ada beberapa eks karyawan yang menjadi perwakilan dari 25 karyawan yang dipecat. Mereka mendatangi DPRD Kota Probolinggo, dan disambut Wakil Ketua I DPRD Kota Probolinggo Haris Nasution di Ruang Kerjanya dan didamingi Kuasa Kukum, Rudi Ghafur. Rabu (30/8/23) siang.

Dihadapan Wakil Ketua 1, DPRD Kota Probolinggo, mereka para eks karyawan menjelaskan maksud kedatangannya. Hadir pula perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo Bidang Hubungan Industrial Jaminan Sosial Tenaga Kerja (HI Jamsotek). Sedangkan pihak PT Sinar Emas Surya Sejahtera tidak hadir.
Perwakilan eks karyawan,Herman Wahyudi menyampaikan, ada beberapa hal yang ia sampaikan ke Haris Nasution. Soal pemecatan yang ia sebut ada unsur paksaan, dan soal pesangon yang tidak merata.

Herman menjelaskan, PHK dengan paksaan itu,namun kegiatan pabrik masih berjalan. Bahkan menurutnya, pemasaran atau pengiriman masih terhitung lancar. “Ada yang dikirim ke luar negeri kok, seperti ke Amerika juga Arab Saudi,” jelas Herman.

Meski begitu, 25 rekannya tidak mempermasalahkan lagi. Ia meminta pertanggung-jawaban perusahaan soal pembagian pesangon.

Herman juga menerangkan, saat itu, 25 karyawan ditekan untuk melakukan tanda tangan surat PHK dengan pesangon Rp 23 juta. Jika tidak dilakukan, maka akan diberikan pesangon Rp 13 juta,” jelasnya.

Setelah melakukan tanda tangan PHK, ternyata ada karyawan dengan masa kerja yang lebih sedikit namun mendapat pesangon lebih dari mereka. Selisihnya, menurut Herman sampai Rp 10 juta. “Saya sudah 28 tahun bekerja di pabrik itu,lantas gimana” terangnya dengan nada heran.

Sementara itu, Kabid HI Jamsostek Roby Susanto mengatakan perusahan memecat sebab mengalami kerugian yang terus menerus. Roby telah melakukan klarifikasi dan rapat koordinasi dengan pihak PT SInar Emas Surya Sejahtera. “Pada saat rapat mereka bersedia PHK, cuma dianggap ada penekanan dan mereka akhirnya mendatangi Kantor DPRD,” terang Roby.

Kuasa Hukum, Rudi Ghafur meminta dengan adanya pertemuan bersama Wakil Ketua 1, Bapak Haris Nasution ada solusi terbaik dan meminta pihak Disnaker bisa memfasilitasi permasalahan ini,” pintanya.

Sementara, Wakil Ketua I DPRD Kota Probolinggo Haris Nasution mengatakan pihak pabrik memang sudah meminta izin tidak hadir, karena berada di luar kota. “Intinya sudah kami rekomendasikan agar masalah ini bisa diselesaikan secara mediasi di sini,Pak Rudi juga sudah memahami selaku kuasa hukum dari mereka.Selain itu juga masalah jaminan hari tua harus dikeluarkan oleh perusahaan,” terang Haris Nasution. (Choy)