BerandaNasionalPemudik Lebaran, Ini Pesan Kemenkominfo

Pemudik Lebaran, Ini Pesan Kemenkominfo

Kabarmetro.id, JAKARTA – Imbauan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kepada masyarakat untuk mudik Lebaran menggunakan berbagai moda angkutan umum dan menghindari penggunaan kendaraan motor atau roda dua yang berbahaya untuk perjalanan jarak jauh.

“Lebih baik kita mudik dengan kendaraan umum. Banyak kementerian dan lembaga ataupun pemerintah daerah yang menyelenggarakan mudik gratis dan pemerintah telah memperbanyak atau menambah perjalanan kereta api,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemekominfo Usman Kansong dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/3/24).

Jelang musim libur Idul Fitri 1445 Hijriah atau Lebaran 2024, berbagai persiapan telah dilakukan dari segi keamanan, kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan. Usman mengimbau masyarakat untuk memperhatikan segala persiapan dan perhitungan tanggal mudik guna mencegah penumpukan pergerakan orang atau kendaraan.

Selain itu, Usman turut mengajak masyarakat untuk mengakses informasi seputar perjalanan mudik lewat Mudikpedia yang sedang dipersiapkan oleh Kementerian Kominfo.

“Kami akan menerbitkan yang namanya Mudikpedia, berisi segala informasi tentang mudik termasuk kita bisa klik CCTV jalan tol hingga peta-peta lokasi wisata yang biasa dilalui oleh para pemudik,” ujar dia.

Usman mengatakan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu tujuan wisata favorit masyarakat saat libur lebaran. Tahun 2023, lebih dari setengah juta wisatawan mengunjungi sejumlah objek wisata Jawa Barat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Jawa Barat Agus Pribadi menyampaikan bahwa persiapan lalu lintas tahun ini menitikberatkan pada pengendalian pergerakan mobilitas masyarakat saat mudik.

Berdasarkan evaluasi mudik tahun 2023, volume kendaraan yang menggunakan jalur Pantura (non-tol) lebih tinggi 66 persen atau sekitar 2,4 juta kendaraan dibanding yang menggunakan Tol Cipali yakni sebanyak 1,2 juta. Hal itu disebabkan moda sepeda motor banyak digunakan mencapai 86 persen.

Pengendalian pergerakan mobilitas masyarakat dijelaskan Agus akan didukung oleh 127 posko lalu lintas dan 12 titik traffic counting yang menghitung angkutan lebaran seperti sepeda motor, mobil ringan, dan kendaraan besar.

“Penanganan jalur wisata pada H+1 lebaran juga diperlukan di sejumlah tempat, seperti Puncak, Lembang, Pangandaran, juga Pelabuhan Ratu,” kata Agus.

Mengenai kesiapan arus lalu lintas jelang libur Lebaran, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jawa Barat AKBP Eti Haryati menjelaskan bahwa wilayah hukum Jawa Barat merupakan daerah jalur lintasan mudik dan jalur wisata sehingga memiliki tantangan tersendiri. Operasi Ketupat-Lodaya 2024 dilakukan untuk mengawal kelancaran mudik dan melibatkan sekitar 2.765 personil di Jawa Barat.

Melalui paparan yang disampaikan AKBP Eti, dijelaskan cara bertindak yang akan dilakukan sesuai dengan kondisi arus mudik.

Apabila situasi arus lalin di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) normal maka ruas Tol Japek dan Tol Cipali berjalan normal dua arah. Jika padat, maka akan dilakukan contra flow satu lajur mulai dari dobrakan Kilometer (KM) 47 Tol Japek sampai dengan KM 96 Tol Cipali.

“Untuk kondisi kontinjensi, akan dilaksanakan cara bertindak contra flow dua lajur di Tol Japek mulai dari KM 47 sampai dengan KM 70, lalu dilanjutkan one way dari KM 70 sampai dengan KM 188 gerbang Tol Palimanan,” ujar Eti.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar menyampaikan pentingnya untuk menangkap peluang pariwisata dari daerah yang over tourism. Dia mengatakan, acara kuliner, musik, dan juga pameran menjadi acara yang paling menarik bagi wisatawan mancanegara serta menjadi dorongan kuat dan dapat dikembangkan di Jawa Barat.

“Hari ini Bali telah over tourism, peluang kita untuk menangkap itu. Mari bersama-sama kita ciptakan desa pariwisata yang baik dan juga dapat memperluas dan membuka potensi wisata baru di sepanjang jalur mudik yang ada di Jawa Barat,” kata Benny.  (Adit)