Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kabarmetro.id, PROBOLINGGO – Dalam rangka pemberdayaan kelembagaan potensi dan pengembangan usaha mikro, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan pelatihan digital marketing bagi UMKM di Ridho Resort Desa Krejengan Kecamatan Krejengan, Selasa hingga Kamis (12-14/10).

Kegiatan yang diikuti oleh UMKM unggulan Kabupaten Probolinggo ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto didampingi narasumber Yustina Suhandini Tjahjaningsih dan Ahmad Izzudin dari Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo.

Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Zulkarnain mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk memudahkan interaksi dengan pelanggan secara online dan meningkatkan konversi penjualan.

Selain itu hemat biaya promosi, dapat melayani customer secara real time, membantu menjangkau pengguna smartphone, meningkatkan penjualan dan keuntungan serta membantu bisnis agar siap bersaing dengan kompetitor,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan memasuki tahun kedua pandemi Covid-19, kondisi disruktif ini terus berpengaruh pada kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Dampak negatif tidak hanya memukul sektor kesehatan, namun berbagai sektor perekonomian, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Saat ini sudah terjadi perubahan pasar dari offline menjadi online. Digital minded sudah menjadi slogan di semua sektor,” katanya.

Untuk itu jelas Anung, di tengah pembatasan aktifitas yang ditetapkan pemerintah untuk mengurangi dampak penyebaran pandemi Covid-19, semua dipaksa untuk berproses transformasi marketing dengan memanfaatkan digital marketing.

Kita harus bangkit bersama dan terus berkarya, mampu menjadi agen percepatan pemulihan ekonomi. Karena disadari atau tidak, positif impact dari pandemi ini adalah percepatan menuju revolusi industri 4.0,” jelasnya.

Menurut Anung, disinilah tantangannya, siapa yang lincah dialah yang akan menjadi pemenang. “Pelaku UMKM dipaksa untuk keluar dari kebiasaan, adaptif terhadap perubahan dan terus meningkatkan ketangguhan di tengah pandemi serta terus memperkuat daya saing di tengah persaingan global,” pungkasnya. (Yulio)

RELATED ARTICLES

Pedagang Mamin Keluhkan Harga Minyak Goreng Masih Tinggi! Toko Retail Sering Kosong, Ada Apa?

Kabarmetro.id, KOTA PROBOLINGGO - Sejumlah pedagang mamin maupun camilan di Kota Probolinggo mengeluhkan harga minyak goreng di pasaran yang masih terbilang tinggi. Beberapa pedagang...

Harga Daging Ayam di Kota Probolinggo Tembus Rp 40 Ribu! Ini Penyebabnya

Harga Daging Ayam di Kota Probolinggo Tembus Rp 40 Ribu! Ini Penyebabnya Kabarmetro.id, KOTA PROBOLINGGO - Harga daging ayam di Kota Probolinggo terus mengalami kenaikan....

Wagub Audy: Sumbar Targetkan Produksi Padi 1.5 Juta Ton di Tahun 2022 

Kabarmetro.id, SUMATERA BARAT - Sebagai salah satu dari 17 provinsi penyangga padi nasional, memegang amanah dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Mendukung program ini, Sumbar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Denada Merasa Lebih Sehat, Karena Zumba?

Kabarmetro.id - Penyanyi Denada sudah cukup lama belajar Zumba. Dia sampai sekarang masih aktif menekuninya karena merasakan sejumlah manfaat baik untuk kesehatan fisik ataupun...

Genting! Panglima TNI Jenderal Andika Terbang ke Papua

Kabarmetro.id, JAKARTA - Tiga prajurit TNI gugur setelah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang Pos Koramil Gome di Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (27/1/22). Anggota Komisi I...

Tantangan Kedepan! Revolusi Industri 4.0 dan Revolusi 5.0, Polri Bidik Berbasis TI Rekrut 1.291 Bintara

Kabarmetro.id, JAKARTA – Polri telah merekrut sebanyak 1.291 orang Bintara Kompetensi Khusus Teknologi Informasi. Hal ini dilakukan, untuk mengadapi tantangan era Revolusi industri 4.0...

Anjlok Harga Cabe! Petani: Aaahh Sudah Biasa

Kabarmetro.id, BERASTAGI - Para petani di dataran tinggi Kabupaten Karo mengeluhkan anjloknya harga jual cabe lokal yang hanya senilai Rp12.000 sampai dengan Rp15.000/kg di...

Recent Comments