Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kabarmetro.id, PADANG – Saat ini SPBE telah kita tetapkan menjadi salah satu indikator kinerja utama (IKU) Pemerintah Daerah. Artinya, keberhasilan pelaksanaan SPBE akan menjadi cerminan Kinerja Pemerintah Daerah. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berkomitmen untuk segera mewujudkan integrasi-interoperabilitas didalam Implementasi SPBE.

Hal tersebut diutarakan Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, SE., MM dalam acara pembukaan Bimbingan Teknis SPBE dalam mewujudkan Padang Pariaman Smart City, di Hotel Truntum, Padang yang diselenggarakan oleh Diskominfo Padang Pariaman pada Rabu (6/10).

SPBE merupakan singkatan dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) adalah penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada Pengguna SPBE.

Salah satu upaya dalam mewujudkan implementasi SPBE dengan baik adalah melalui Transfer Knowledge melalui Bimbingan Teknis yang dilaksanakan pada hari ini. Kita berharap dengan pelaksanaan SPBE yang optimal oleh seluruh organisasi perangkat daerah dan stakeholder lainnya, maka nilai indeks SPBE Padang Pariaman bisa lebih baik dan meningkat menjadi sangat memuaskan, ujar Suhatri Bur.

Lebih lanjut Bupati menambahkan semua transaksi yang dilaksanakan di Kabupaten Padang Pariaman harus memakai sistem elektronik, hal tersebut telah sesuai dengan Perpres Nomor 95 Tahun 2018 Tentang SPBE. Sehubungan dengan kemajuan teknologi, kita terus berupaya untuk tidak ada lagi sistem manual.

Bupati menyebutkan bahwa Kabupaten Padang Pariaman telah ditetapkan sebagai salah satu dari 100 Kabupaten / Kota Smart City Indonesia, dan juga telah berhasil menyusun Masterplan Smart City. Tentu masterplan tersebut harus diimplementasikan oleh seluruh perangkat daerah sesuai dengan dimensi dan rencana aksi yang telah disusun.

Kominfo sudah membuat master plan SPBE, Kominfo sudah memasukkan dalam Indikator kinerja utama, semua hal yang direncanakan itu, tidak akan bisa terwujud kalau dimasing-masing OPD tidak menganggarkan dan tidak berkomitmen untuk itu, ujarnya.

Implementasi Smart Goverment yang merupakan salah satu dari 6 dimensi Smart City tersebut adalah melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). SPBE diharapkan mampu meningkatkan mutu, kualitas, serta kuantitas dari layanan publik yang disediakan oleh pemerintah bagi masyarakat. SPBE muncul sebagai bentuk tanggapan atas adanya kebutuhan masyarakat akan layanan publik yang diberikan oleh pemerintah dan jalannya pemerintahan. Hal ini juga sebagai wujud dalam mengimplementasikan program nasional tentang ” Transformasi digital tahun 2021.”

“Smart city ini tidak hanya bentuk kata-kata, tapi betul-betul terwujud dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Padang Pariaman untuk Padang Pariaman Berjaya,” tambah Suhatri Bur.

Oleh sebab itu kolaborasi antar penyelenggara SPBE di Pemerintahan Daerah Kabupaten Padang Pariaman sangat penting. Karena ada 4 pilar SPBE yang dikenal dengan Domain SPBE yaitu kebijakan, Tata Kelola, Manajemen dan Layanan SPBE, tidak bisa diselenggarakan hanya oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Saja.

SAKIP dan LAKIP akan mendapatkan nilai terbaik apabila seluruh OPD berkomitmen untuk itu. Di era digitalisasi sekarang ini kita harus mempersiapkan diri untuk semua lini, dari seluruh aspek yakninya SDM, pendanaan dan juga hal lainnya.

“Konsep Smart City harus dipahami secara lebih mendalam, karena sangat unik dan dinamis sistem manual akan jauh tertinggal dengan sistem elektronik ini” tutup Bupati

Senada dengan Bupati, Kadis Kominfo Padang Pariaman, Zahirman, S.Sos., MM menyampaikan bahwa tujuan dari pelaksanaan bimtek SPBE ini adalah untuk agar terwujudnya percepatan integrasi – interoperabilitas dalam layanan SPBE melalui peningkatan kompetensi SDM ASN dalam manajemen dan tata kelola SPBE untuk mengoptimalkan pelaksanaan SPBE di Padang Pariaman

Jumlah peserta yang mengikuti BIMTEK SPBE sebanyak 60 Peserta dari Seluruh OPD dalam rangka mewujudkan implementasi SPBE.

“Peningkatan ilmu dan pengetahuan ttg SPBE bisa berjalan dengan baik tidak hanya dengan membangun jaringan, membuat comand center, tapi yang terpenting adalah tata kelola berbasis management SPBE. Diharapkan dengan sistem yang ada, akan terwujud Padang Pariaman dalam genggaman” ujar Zahirman.

Bimbingan Teknis Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Padang Pariaman tersebut mengusung Tema “SPBE Dalam Mewujudkan Padang Pariaman Smart City” dilaksanakan selama 3 hari di Hotel Truntum Padang. (Rd)

RELATED ARTICLES

Anjlok Harga Cabe! Petani: Aaahh Sudah Biasa

Kabarmetro.id, BERASTAGI - Para petani di dataran tinggi Kabupaten Karo mengeluhkan anjloknya harga jual cabe lokal yang hanya senilai Rp12.000 sampai dengan Rp15.000/kg di...

Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus Perintahkan Camat dan Lurah Ajak Warga Goro Bersihkan Drainase

Kabarmetro.id, PEKANBARU - Dr. H. Firdaus, S.T., M.T - Pekanbaru.go.id PEKANBARU - Wali kota Pekanbaru Dr. H. Firdaus, S.T, M.T, memerintahkan kepada seluruh camat, lurah,...

APBD Bisa Digunakan, Sekda Kota Pekanbaru Muhamad Jamil Minta OPD Percepat Pelelangan Kegiatan

Kabarmetro.id, PEKANBARU - Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru H. Muhammad Jamil, M.Ag M.Si, meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat pelelangan kegiatan yang...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Denada Merasa Lebih Sehat, Karena Zumba?

Kabarmetro.id - Penyanyi Denada sudah cukup lama belajar Zumba. Dia sampai sekarang masih aktif menekuninya karena merasakan sejumlah manfaat baik untuk kesehatan fisik ataupun...

Genting! Panglima TNI Jenderal Andika Terbang ke Papua

Kabarmetro.id, JAKARTA - Tiga prajurit TNI gugur setelah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang Pos Koramil Gome di Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (27/1/22). Anggota Komisi I...

Tantangan Kedepan! Revolusi Industri 4.0 dan Revolusi 5.0, Polri Bidik Berbasis TI Rekrut 1.291 Bintara

Kabarmetro.id, JAKARTA – Polri telah merekrut sebanyak 1.291 orang Bintara Kompetensi Khusus Teknologi Informasi. Hal ini dilakukan, untuk mengadapi tantangan era Revolusi industri 4.0...

Anjlok Harga Cabe! Petani: Aaahh Sudah Biasa

Kabarmetro.id, BERASTAGI - Para petani di dataran tinggi Kabupaten Karo mengeluhkan anjloknya harga jual cabe lokal yang hanya senilai Rp12.000 sampai dengan Rp15.000/kg di...

Recent Comments