BerandaInternasionalKonser Musik di Rusia, 60 Orang Tewas Ditembak Kelompok...

Konser Musik di Rusia, 60 Orang Tewas Ditembak Kelompok ISIS?

Dalam postingan di Telegram beberapa jam setelah serangan, ISIS menyatakan pelaku serangan adalah para pejuangnya. Kelompok tersebut juga mengklaim para pelaku kembali dengan selamat.

“Membunuh dan melukai ratusan orang serta menyebabkan kerusakan besar di tempat tersebut sebelum mundur ke markas dengan selamat,” bunyi pernyataan, di Telegram.

Kelompok yang melakukan penembakan di acara konser musik legendaris Rusia Picnic itu diduga kuat adalah ISIS-Khorasan atau ISIS-K. Mereka adalah afiliasi dari ISIS yang berbasis di Irak dan Suriah.

Sesuai namanya ISIS-K berpusat di daerah Khorasan atau kini meliputi Asia Tengah serta sebagian Asia Selatan. Kelompok ini pertama kali muncul di Afghanistan timur pada akhir 2014.

Namun ISIS-K mengalami penurunan keanggotaan setelah mencapai puncak kejayaan sekitar 2018-an. Pasukan koalisi yang dipimpin AS serta kelompok Taliban memusuhi mereka.

ISIS-K melakukan beberapa kali serangan mematikan, termasuk terhadap masjid, di dalam dan di luar Afghanistan. Awal tahun ini, AS menyadap komunikasi yang mengonfirmasi kelompok tersebut melakukan dua pemboman di Iran yang menewaskan hampir 100 orang. Serangan itu berlangsung saat upacara kematian Hussein Soleimani, jenderal Garda Revolusi Iran yang dibunuh oleh pasukan AS di Baghdad, Irak.

Pada September 2022, ISIS-K juga mengaku bertanggung jawab atas aksu bom bunuh diri di Kedutaan Besar Rusia di Kabul.

Kelompok ini juga bertanggung jawab atas serangan di bandara internasional Kabul pada 2021 yang menewaskan 13 tentara AS serta puluhan warga sipil. Saat itu Kabul dilanda kekacauan setelah Taliban mengambil alih pemerintahan dari kendali boneka AS.

Seorang jenderal AS yang bertugas di Timur Tengah mengatakan pada awal bulan ini ISIS-K bisa menyerang kepentingan AS dan negara Barat di luar Afghanistan hanya dalam waktu 6 bulan tanpa memberikan peringatan sebelumnya.

Serangan kelompok ISIS-K di Crocus, Rusia, pada Jumat malam merupakan yang paling mematikan sejak beberapa dekade.

Para pakar menilai kelompok tersebut menentang Presiden Rusia Vladimir Putin.

“ISIS-K telah terpaku pada Rusia selama 2 tahun terakhir, sering kali mengkritik Putin dalam propagandanya,” kata Colin Clarke, pengamat Soufan Center, kelompok penelitian yang berbasis di Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Michael Kugelman, pengamat lain dari Wilson Center yang juga berbasis di Washington DC berpendapat ISIS-K menganggap Rusia terlibat dalam aktivitas yang sering menindas umat Islam.

Dia menambahkan, ISIS-K bersama kelompok militan di Asia Tengah lainnya mengeluhkan perlakuan Rusia terhadap umat Islam.

Rusia dianggap paling bertanggung jawab atas serangan terhadap ISIS di Suriah. Seperti diketahui Presiden Putin merupakan sekutu dekat rezim Bashar Al Assad.

Pasukan Rusia ikut memerangi ISIS di Suriah bersama koalisi dari negara lain. Serangan itu yang membuat ISIS harus merelakan wilayah-wilayah kekuasannya yang direbut sejak 2014 di sebagian Suriah dan Irak. Kini kekuatan mereka dipukul mundur ke pegunungan dan gurun di perbatasan kedua negara. (TM)