BerandaEkbisKamanyekan Daur Ulang Ratusan APK Diubah Jadi Tas Belanja...

Kamanyekan Daur Ulang Ratusan APK Diubah Jadi Tas Belanja Cantik

Kabarmetro.id, KOTA PROBOLINGGO – Pemilihan umum yang digelar pada 14 Februari lalu menyisakan limbah berupa baliho, dan alat peraga kampanye lainnya. Di Kota Probolinggo saja diperkirakan terdapat ribuan alat peraga kampanye yang bisa diambil dari ranah publik. Sejumlah orang kemudian memutuskan untuk mendaur ulang APK tersebut menjadi tas belanja dan barang keperluan lain.

PAPESA (Paguyuban Peduli Sampah) Kota Probolinggo berinovasi mengolah limbah APK yang tersisa dari pelaksanaan Pemilu 2024 menjadi tas belanja.

Ketua PAPESA Syaifudin Zuhri mengatakan, inspirasinya datang ketika melihat banyak APK yang menumpuk dan sudah tidak terpakai lagi. Ia pun berinisiatif untuk menjadikannya menjadi barang yang bermanfaat bagi warga.

“Kalau dibiarkan saja akan menjadi sampah. Akhirnya kami sepakat untuk mengola limbah APK ini menjadi tas yang bisa dipakai belanja ke pasar,” kata dia. Kamis (22/2/24) pagi.

Syaifudin tidak menginginkan tumpukan limbah APK itu menambah jumlah sampah di TPA yang sudah over kapasitas. Pada peringatan HPSN (Hari Peduli Sampah Nasional) banyak kalangann sedang giat-giatnya mengampanyekan pengurangan sampah plastik.

Upaya untuk mengurangi sampah adalah dengan cara mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bisa memiliki nilai jual.

Ide kreatif PAPESA ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Probolinggo dalam hal ini DLH (Dinas Lingkungan Hidup),PT Pegadaian juga PT KTI dan Indomaret.

Syaifudin berharap kegiatan ini bisa meningkatkan pemberdayaan ekonomi. “Kalau geliatnya bagus, maka akan semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi juga kebersihan di wilayah Kota Probolinggo. Apalagi jika memanfaatkan barang-barang bekas,” ujar dia.

Sementara itu, Pj Walikota Probolinggo Nurkholis menyampaikan, bertepatan pada peringatan HPSN (Hari Peduli Sampah Nasional) kami mengapresiasi kepada anggota PAPESA dengan mengelola limbah bekas APK ini agar tidak dibuang atau dibakar begitu saja atau justru malah mencemari lingkungan.

“ Mereka pun kemudian memiliki ide untuk menyulap limbah APK ini menjadi benda yang berguna namun proses pembuatannya mudah,” ucapnya. (Choy)