BerandaInternasionalInggris Raya Diterjang Badai Isha

Inggris Raya Diterjang Badai Isha

Kabarmetro.id – Di seluruh Inggris Raya angin kencang yang disebabkan oleh Badai Isha menyebabkan gangguan perjalanan.

Badai tersebut menghasilkan angin kencang dengan kecepatan hingga 159 kilometer per jam, yang menyebabkan listrik padam, transportasi dihentikan, dan kerusakan parah.

Peringatan cuaca kuning untuk angin tetap berlaku di seluruh Inggris hingga tengah hari Senin (22/1/24), kata kantor meteorologi negara tersebut, Met Office.

Sementara itu, Skotlandia mengeluarkan peringatan cuaca merah yang ‘tidak biasa’ hingga pukul 05.00 waktu setempat, yang menyebabkan semua layanan kereta api di seluruh negeri dihentikan.

Badai Isha menyebabkan gangguan besar pada transportasi umum di London TfL dan layanan kereta api nasional setelah puing-puing akibat badai terlempar ke jalur-jalur kereta api sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur.

Badai itu juga menyebabkan pembatasan kontrol lalu lintas udara di bandara-bandara, yang menyebabkan pembatalan dan pengalihan penerbangan.

Badai Isha juga menyebabkan hujan deras, dengan 28 peringatan banjir dikeluarkan di Inggris dan 50 di Skotlandia.

Ribuan rumah di barat laut Inggris dan Wales mengalami pemadaman listrik. Perusahaan-perusahaan listrik mengaku mengalami peningkatan keluhan ketika sedang berupaya memulihkan listrik.

Para wisatawan yang sedang dalam perjalanan menuju Inggris dan Irlandia juga terdampak karena beberapa penerbangan terpaksa dialihkan melalui pengalihan yang panjang, dan dalam beberapa kasus, pesawat terpaksa mendarat di negara lain.

Kepala ahli meteorologi Met Office, Dan Suri, menyebut Badai Isha menyebabkan angin kencang di seluruh Inggris sepanjang Minggu (21/1/24) hingga Senin. Daerah-daerah yang paling berisiko adalah Irlandia Utara, Skotlandia tengah dan selatan, Wales, sebagian besar Inggris utara, dan bagian barat daya Inggris.

“Di wilayah-wilayah ini kita dapat melihat hembusan angin dengan kecepatan antara 80-60mph dan bahkan hingga 80 mil per jam di lokasi pesisir,” kata Suri. (TM)