BerandaNewsHari Pers Sedunia Diperingati Setiap Tanggal 3 Mei, Simak...

Hari Pers Sedunia Diperingati Setiap Tanggal 3 Mei, Simak Jejak Sejarah Pers di Indonesia

Kabarmetro.id, JAKARTA – Hari Pers sedunia, yang diperingati setiap tanggal 3 Mei, menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan sejarah pers di Indonesia. Sebagai salah satu negara dengan keragaman budaya dan dinamika politik yang kaya, Indonesia memiliki warisan panjang dalam dunia jurnalistik.

Melansir dari portal Kedaulatan Rakyat, perjalanan sejarah pers di Indonesia dimulai pada awal Abad Ke-20, saat terbitnya surat kabar pertama, yaitu “Medan Prijaji” pada tahun 1907 di Yogyakarta. Dari sana, lahirnya berbagai surat kabar dan majalah, seperti, “Pikiran Rakyat” dan “Kedaulatan Rakyat,” yang menjadi suara bagi perjuangan Kemerdekaan Indonesia.

Puncak dari perjuangan pers Indonesia terjadi selama periode revolusi kemerdekaan. Surat kabar, seperti, “Merdeka” dan “Sinar Indonesia Baru” menjadi saksi bisu atas semangat perlawanan dan perjuangan para pejuang kemerdekaan. Jurnalis-jurnalis pada masa itu berjuang melawan sensor pemerintah kolonial Belanda, untuk menyebarkan informasi dan semangat persatuan.

Setelah proklamasi kemerdekaan, pada 17 Agustus 1945, pers Indonesia menjadi lebih merdeka secara politik, meskipun tetap menghadapi tekanan dari pemerintahan yang baru terbentuk. Pada era Orde Lama dan Orde Baru, pers mengalami periode kontrol pemerintah yang ketat, dengan adanya sensor dan pengawasan terhadap isi pemberitaan.

Namun, era reformasi pada tahun 1998 membawa angin segar bagi pers Indonesia. Kebebasan berekspresi kembali dijunjung tinggi, dan munculnya berbagai media baru, termasuk media online dan media sosial, meramaikan arena pers Indonesia.

Menurut Bobby Setiawan, sebagai pekerja media dalam peringatan Hari Pers Sedunia tahun ini, Indonesia kembali mengingat perjuangan panjang jurnalis dalam memperjuangkan kebebasan pers. Meskipun telah mencapai kemajuan yang signifikan, tantangan-tantangan baru muncul, seperti penyebaran hoaks dan ancaman terhadap keamanan jurnalis.

Oleh karena itu, semangat untuk memperjuangkan kebebasan pers dan integritas jurnalistik harus tetap terjaga. “Sebagai seorang jurnalis harus kuat mental dan berintegritas, ” tambahnya, Jumat (3/5/24).

Peringatan Hari Pers Sedunia tidak hanya tentang menghargai sejarah, tetapi juga tentang mengingatkan pentingnya menjaga kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi yang kokoh. Dengan pers yang bebas dan bertanggung jawab, Indonesia dapat terus maju sebagai negara yang berbudaya dan beradab.(Red/KM)