MELAWI || Suasana mencekam menyelimuti Dusun Mungguk Ombak, Desa Pelita Jaya. Hingga memasuki hari kedua, Kamis (9/4/2026), keberadaan seorang warga yang dilaporkan hilang ditelan arus Sungai Cina masih menjadi teka-teki besar. Tim gabungan kini tengah berpacu dengan waktu dan cuaca yang tak menentu demi menemukan titik terang.
Sejak laporan kehilangan diterima pada Rabu malam, personel Polsek Kota Baru bersama TNI, perangkat desa, dan ratusan warga setempat langsung bergerak cepat. Menggunakan perahu dan peralatan seadanya, mereka membelah aliran sungai yang dikenal memiliki arus cukup kuat tersebut.
Kapolsek Kota Baru, Iptu Edi Herianto, menegaskan bahwa fokus pencarian hari ini diperluas secara signifikan dari titik terakhir korban terlihat.
“Pencarian hari ini dilanjutkan dengan menyisir aliran sungai dan memperluas area pencarian bersama warga. Kami tidak akan berhenti sampai ada hasil,” tegas Iptu Edi.
Upaya pencarian ini bukannya tanpa hambatan. Tim di lapangan harus berhadapan dengan kondisi alam yang menantang:
Arus Sungai Debit air yang fluktuatif menyulitkan pergerakan tim SAR.
Cuaca Ekstrem Hujan dan angin kencang di wilayah Tanah Pinoh Barat sempat menghambat jarak pandang dan keamanan petugas.
Medan Area pinggiran sungai yang rimbun menuntut ketelitian ekstra dalam penyisiran darat maupun air.
Meski hingga saat ini korban belum ditemukan, semangat gotong royong tampak kental di lokasi kejadian. Koordinasi antara Kepolisian, TNI, dan masyarakat terus diperkuat untuk mempercepat proses evakuasi jika sewaktu-waktu tanda keberadaan korban muncul.
Pihak kepolisian juga mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat yang beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Cina untuk tetap waspada dan segera melapor jika melihat benda atau tanda-tanda yang mencurigakan.
Akankah pencarian hari ini membuahkan hasil? Tim gabungan memastikan bahwa operasi kemanusiaan ini akan terus berlanjut hingga korban berhasil ditemukan.(jnr)




