ISLAMABAD | Pemerintah Pakistan menyatakan mendapat kepercayaan dari Amerika Serikat dan Iran untuk memfasilitasi kemungkinan dialog antara kedua negara di tengah dinamika ketegangan kawasan.
Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar, Minggu (29/3/2026), menyebut kepercayaan tersebut sebagai perkembangan positif yang membuka ruang diplomasi lebih luas.
Dalam keterangannya kepada media usai pertemuan kuadripartit di Islamabad, Dar mengatakan Pakistan menyambut baik mandat tersebut. Ia juga telah memaparkan peluang dialog AS–Iran kepada para menteri luar negeri dari Arab Saudi, Mesir, dan Turkiye yang hadir dalam pertemuan itu.
Menurut Dar, Pakistan siap menjadi tuan rumah sekaligus fasilitator pembicaraan yang konstruktif dalam waktu dekat. Upaya ini diarahkan untuk mendorong penyelesaian konflik secara komprehensif dan berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.
Sebagai langkah lanjutan, para menteri luar negeri yang terlibat sepakat membentuk sebuah komite teknis. Komite tersebut akan diisi oleh empat pejabat senior dari masing-masing kementerian luar negeri guna merumuskan mekanisme dialog berdasarkan prinsip kesepahaman dan konsensus bersama.
Inisiatif ini dinilai menjadi sinyal penting bagi terbukanya jalur diplomasi baru, di tengah hubungan Amerika Serikat dan Iran yang selama ini diwarnai ketegangan berkepanjangan. (rih)

