TEHERAN | Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Rabu (4/3) menyatakan telah melancarkan serangan terhadap markas besar staf umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF) serta gedung Kementerian Pertahanan Israel. Klaim tersebut disampaikan di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam sepekan terakhir.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Fars News Agency, IRGC menyebut sasaran serangan mencakup sejumlah infrastruktur strategis di wilayah Israel. Lokasi yang disebut antara lain kawasan Bnei Brak, instalasi militer di Petah Tikva yang berada di timur laut Tel Aviv, serta pusat militer di Galilea Barat.
IRGC juga mengklaim lebih dari 680 personel Amerika Serikat dan Israel tewas atau terluka sejak awal pecahnya konflik terbuka dengan Iran. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan itu disebut menimbulkan kerusakan infrastruktur serta korban sipil.
Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, gugur dalam rangkaian serangan tersebut. Informasi itu memicu gelombang reaksi keras dari otoritas Iran dan meningkatkan tensi geopolitik di kawasan.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke sejumlah wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Situasi keamanan regional pun kian memanas, dengan potensi meluasnya konflik ke negara-negara lain di kawasan. (Sputnik/OANA/rih)

