WASHINGTON | Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dijadwalkan menggelar sidang perdana pada 19 Februari 2026. Lebih dari 20 negara diperkirakan menghadiri forum yang diklaim bertujuan mendorong rekonstruksi Gaza dan membuka jalan menuju perdamaian di kawasan tersebut.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam konferensi pers Rabu (18/2/2026) menyatakan antusiasme sejumlah negara untuk bergabung cukup tinggi. “Saya tahu ada lebih dari 20 negara yang akan menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian pada 19 Februari. Banyak yang berminat,” ujarnya.
Leavitt menambahkan, daftar resmi peserta serta rincian kontribusi masing-masing negara akan diumumkan kemudian. Pemerintah AS juga memastikan Trump akan membuka pertemuan tersebut dengan pidato dan memimpin sesi awal sebelum bertolak ke Negara Bagian Georgia.
Gagasan pembentukan Dewan Perdamaian diumumkan Trump pada Januari lalu dengan mengundang sekitar 50 negara untuk bergabung. Menurut Gedung Putih, forum ini dirancang sebagai wadah koordinasi internasional guna mendukung upaya rekonstruksi di Gaza, termasuk pembangunan infrastruktur dasar dan penguatan tata kelola pascakonflik.
Kendati demikian, detail mekanisme kerja, struktur organisasi, serta skema pendanaan Dewan Perdamaian belum dipublikasikan secara lengkap. Pemerintah AS menyatakan pembahasan awal dalam sidang perdana akan difokuskan pada komitmen politik dan dukungan konkret dari negara-negara peserta.
Sidang ini menjadi langkah awal Washington dalam membangun konsensus internasional terkait masa depan Gaza, di tengah dinamika geopolitik yang masih terus berkembang di kawasan Timur Tengah. (rih)

