KUDUS || RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, membebaskan seluruh biaya rawat inap siswa SMA Negeri 2 Kudus yang dirawat akibat dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk pasien yang sempat menjalani perawatan naik kelas ke ruang VIP.
Pelaksana Tugas Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Mustiko Wibowo, Selasa (3/2), mengatakan dari sejumlah siswa yang dirawat terdapat dua pasien yang menjalani kenaikan kelas perawatan ke ruang VIP. Secara prosedural, keluarga pasien telah menandatangani persetujuan kenaikan kelas sebagaimana ketentuan yang berlaku di rumah sakit.
Namun, kata Mustiko, bagian keuangan rumah sakit belum mengetahui adanya kebijakan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda yang menggratiskan seluruh biaya perawatan bagi pasien terduga keracunan MBG. Akibatnya, terdapat pasien yang terlanjur melakukan pembayaran.
“Biaya yang sudah dibayarkan akan kami kembalikan sepenuhnya hari ini,” ujar Mustiko.
RSUD Loekmono Hadi Kudus mencatat sebanyak 33 siswa dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat dugaan keracunan menu MBG. Dari jumlah tersebut, 15 siswa menjalani rawat jalan, sementara 18 siswa lainnya dirawat inap.
Sejak awal pendaftaran, pihak rumah sakit telah memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga bahwa perawatan di ruang VIP dikenakan biaya tambahan. Keluarga yang mengajukan kenaikan kelas perawatan juga menandatangani surat persetujuan atau informed consent sebagai bentuk kesediaan menanggung biaya tambahan tersebut.
Meski demikian, keterbatasan kapasitas membuat tidak seluruh pasien rawat inap dapat ditempatkan di ruang VIP.
Sementara itu, data Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus menunjukkan jumlah siswa yang dirujuk dan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit mencapai 135 orang. Dari jumlah tersebut, 47 siswa di antaranya menjalani rawat inap. (rih)

