Trump Tarik Undangan Kanada dari Dewan Perdamaian, Ottawa–Washington Menegang

Must read

ISTANBUL || Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah menarik undangan kepada Kanada untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian, sebuah badan internasional yang dibentuk untuk membantu penyelesaian konflik global, termasuk krisis di Jalur Gaza. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Kamis melalui platform Truth Social miliknya.

Dalam unggahan tersebut, Trump menyebut keputusan itu sebagai pemberitahuan resmi kepada Perdana Menteri Kanada Mark Carney. “Harap surat ini dipandang sebagai pemberitahuan bahwa Dewan Perdamaian menarik kembali undangan kepada Anda terkait keikutsertaan Kanada dalam Dewan Para Pemimpin paling bergengsi yang pernah dibentuk sepanjang masa,” tulis Trump.

Langkah Trump itu muncul di tengah memburuknya hubungan antara Washington dan Ottawa. Sebelumnya, Mark Carney, yang berbicara dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Selasa (20/1/2026), mengingatkan dunia internasional akan terkikisnya tatanan global berbasis aturan yang selama ini dikaitkan dengan kepemimpinan Amerika Serikat. Ia juga mendorong negara-negara dengan kekuatan menengah untuk mendiversifikasi mitra dagang dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Tak lama setelah pidato tersebut, Trump melontarkan kritik terbuka terhadap Carney. Pada Rabu, Trump menyatakan bahwa Kanada seharusnya “berterima kasih” kepada Amerika Serikat, sebuah pernyataan yang kembali memicu ketegangan diplomatik di antara kedua negara bertetangga itu.

Dilansir dari Anadolu, relasi Kanada dan Amerika Serikat memang mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintahan Trump sebelumnya memberlakukan tarif terhadap sejumlah produk asal Kanada. Kebijakan itu diperparah dengan dihentikannya perundingan perdagangan setelah muncul iklan anti-tarif yang ditayangkan di Amerika Serikat.

Ketegangan tersebut menandai babak baru dinamika hubungan bilateral Kanada–AS, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kemitraan strategis paling stabil di kawasan Amerika Utara. (rih)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article