Ilustrasi harga gas lpg melambung tinggi
MELAWI || Pemerintah Kabupaten Melawi merespons keras keluhan masyarakat terkait lonjakan harga tak wajar Gas LPG 3 kg (gas melon) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pantauan di lapangan, harga gas bersubsidi ini meroket drastis hingga menyentuh angka Rp.38.000, hingga Rp.40.000, per tabung di tingkat pengecer, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, Kamis, (19/1/2026).
Kenaikan harga yang mencekik ini diperparah dengan kelangkaan stok di sejumlah wilayah, membuat warga kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari. Indikasi Permainan Distribusi Serta agen-agen nakal.
Masyarakat menduga adanya praktik penimbunan dan permainan harga di rantai distribusi yang memicu kelangkaan GAS 3KG yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin disinyalir tertahan di tingkat penyalur atau dialihkan ke pihak yang tidak berhak demi keuntungan sepihak.
Tokoh Pemuda dan Masyarakat Nanga Pinoh. “ARIL” Berharap kepada Pemerintah Daerah
Ambil Tindakan Tegas Menyikapi situasi darurat ini, Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskumdag) bersama aparat penegak hukum (Kepolisian).
Wajib untuk turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen dan pangkalan,” jelasnya kepada awak Media.
Pengusaha UMKM juga menghimbau kepada pihak terkait untuk segera melakukan Penyisiran Jalur Distribusi: Memeriksa kesesuaian log book (buku catatan) penyaluran di tingkat agen hingga pangkalan untuk memastikan gas sampai ke tangan warga yang berhak. Sanksi Administratif hingga Pidana.
Wajib Pemerintah Daerah memberikan sanksi berupa pencabutan izin usaha (PHU) bagi pangkalan atau agen yang terbukti menimbun atau menjual di atas HET.
Warga masyarakat kecil sangat menginginkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Melawi memberikan ultimatum kepada seluruh distributor dan pangkalan resmi untuk mematuhi aturan niaga yang berlaku dan tidak memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi di atas penderitaan masyarakat.
Terakhir warga masyarakat memohon kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Melawi untuk menjamin dan memberikan pengawasan akan terus memantau situasi ini hingga harga kembali stabil sesuai HET dan distribusi kembali lancar.” Harapan warga masyarakat kecil.(Ade Mohtar/Tim)

