LUMAJANG || Prestasi gemilang diraih Didik Nur Handoko., SH, Kepala Desa Selok Awar-awar (SAA), yang terdaftar sebagai salah satu wisudawan terbaik di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Jenderal Sudirman Lumajang dengan nomor induk mahasiswa (NIM) 21019. Acara wisuda yang digelar di Hotel Aston kemarin hari Sabtu (6/12) menjadi momen yang berkesan bagi dirinya dan keluarga yang datang untuk menyaksikan pencapaiannya, Minggu (7/12/2025).
Selain itu, prestasi ini diharapkan menjadi contoh nyata bagi seluruh warga desa agar semakin antusias dalam mengejar pendidikan, bahkan saat sudah terlibat dalam aktivitas kepemerintahan atau pekerjaan lain. Didik menekankan bahwa belajar tidak memiliki batas usia atau status – seorang pemimpin desa juga harus terus mengembangkan diri untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Ia berharap prestasinya ini bisa membangkitkan semangat bagi para pemuda desa untuk tidak menyerah dalam mengejar cita-cita pendidikan, dan bagi orang tua untuk mendukung pendidikan anak-anak mereka tanpa lelah. Lebih jauh, skripsinya yang mengkaji kewenangan pemerintah desa juga diharapkan menjadi acuan praktis bagi pengurus desa lain dalam menyelenggarakan pemerintahan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Didik menyampaikan kebahagiaan yang mendalam dan tekadnya yang kuat untuk memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama studi di STIH, terutama melalui skripsinya berjudul “Kewenangan Pemerintah Desa Selok Awar-awar dalam Penyelenggaraan Pemerintah Desa Ditinjau dari UU No. 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Ke-2 atas UU No. 6 tahun 2014 Tentang Desa”.
“Semoga ilmu yang saya dapatkan di sini, terutama tentang hukum dan tata pemerintahan yang saya gali dalam skripsi, bisa bermanfaat dan membantu masyarakat desa setempat – mulai dari menyelesaikan masalah internal, memajukan program pembangunan, hingga melindungi hak-hak warga,” ujarnya dengan penuh semangat.
Menjadi penghujung tahun 2025, momen wisuda ini memberikan kesan yang sangat baik bagi dirinya dan diharapkan bisa menjadi dorongan untuk memotivasi pendidikan bagi anak-anaknya di masa depan.
Acara yang dihadiri istri, anak tercinta, serta keluarga dekat ini bukan hanya merayakan pencapaian pribadi, melainkan juga menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan desa yang berilmu dan terpelajar dapat membawa dampak positif yang nyata bagi lingkungan sekitar. Semua hadirin tampak bangga menyaksikan Didik naik ke panggung untuk menerima gelar dan penghargaan sebagai wisudawan terbaik.(dsr)

