KOTA PROBOLINGGO || Harga sejumlah komoditas sayuran di pasar tradisional Kota Probolinggo, Jawa Timur mengalami lonjakan signifikan dalam dua pekan terakhir.
Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir berdampak pada hasil panen petani di wilayah Probolinggo. Akibatnya, harga sejumlah komoditas hortikultura di Pasar Kronong Kecamatan Mayangan mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai 30 persen, Sabtu (15/11/2025) pagi.
Pantauan Kabarmetro,Id menunjukkan suasana pasar terlihat lebih lengang dari biasanya. Meski aktivitas jual beli tetap berlangsung, daya beli masyarakat menurun karena kenaikan harga yang cukup tajam.
Harga tomat misalnya, naik dari Rp 8.000 menjadi Rp13.000 per kilogram. Sementara cabai besar kini dijual seharga Rp 45.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 50.000. Kenaikan juga terjadi pada wortel yang kini dibanderol Rp13.000 per kilogram dari harga awal Rp 8.000/kilonya.Sementara cabe keci naik Rp.25.000/kilonya dari sebelumnya Rp 18.000/kilonya.
Menurut salah satu pedagang sayur, Mustajab, kenaikan ini terjadi karena pasokan dari petani mulai berkurang akibat gagal panen yang dipicu cuaca ekstrem.
“Kalau tomat ini sudah lama naik. Dari delapan ribu sekarang jadi tiga belas ribu. Sementara itu untuk lombok besar turun dari lima puluh lima ribu jadi empat puluh lima ribu. Wortel juga naik dari delapan ribu jadi lima belas belas ribu,termasuk juga ocet” ujarnya.
Para pedagang berharap harga bahan hortikultura segera stabil agar aktivitas pasar bisa kembali normal dan omzet penjualan tidak terus menurun. “Rata-rata harga sayuran naik semua, mulai cabai, tomat,,wortel,selada,sawi putih dan lainnya,(Choy)

