NEW YORK || Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam keras serangan Israel yang menghantam Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza, pada Senin (25/8). Serangan tersebut menewaskan sejumlah warga sipil, termasuk tenaga medis dan jurnalis yang tengah bertugas.
“Pembunuhan mengerikan ini menyoroti risiko ekstrem yang dihadapi tenaga medis dan jurnalis saat menjalankan tugas vital di tengah konflik brutal,” kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric di Markas Besar PBB, New York. Ia menambahkan, Sekjen PBB menyerukan penyelidikan segera, independen, dan imparsial untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
Perlindungan Sipil Diabaikan
Guterres menegaskan kembali bahwa tenaga medis dan jurnalis harus dapat melaksanakan tugas esensial mereka tanpa intimidasi maupun ancaman. Perlindungan terhadap warga sipil, termasuk kelompok rentan di fasilitas kesehatan, menurut dia, merupakan kewajiban sesuai hukum humaniter internasional.
Sejak awal tahun, serangan di Gaza telah merenggut ribuan nyawa warga sipil. Data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip lembaga internasional mencatat lebih dari 38.000 orang tewas sejak konflik memuncak pada Oktober 2023, dengan sekitar dua pertiga korban adalah perempuan dan anak-anak. Tenaga medis dan jurnalis menjadi kelompok yang paling rentan karena bekerja di garis depan untuk menyelamatkan korban dan menyampaikan informasi.
Desakan Gencatan Senjata
Selain mengecam serangan di Khan Younis, Guterres kembali menyerukan gencatan senjata permanen. Ia menilai penghentian kekerasan mutlak diperlukan untuk membuka akses kemanusiaan di seluruh Gaza.
“Sekretaris Jenderal menekankan perlunya akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan dan pembebasan semua sandera secara segera serta tanpa syarat,” ujar Dujarric.
PBB mencatat lebih dari 1,7 juta warga Gaza kini terpaksa mengungsi, dengan banyak di antaranya hidup di tenda darurat dan menghadapi krisis pangan, air bersih, serta layanan kesehatan. Serangan terhadap fasilitas medis seperti RS Nasser semakin memperburuk situasi kemanusiaan yang telah digolongkan sebagai salah satu yang terburuk di dunia saat ini. (rih)

