KOTA PROBOLINGGO || Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali terlihat di lingkungan Patiunus, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Para pengurus RT/RW bersama pemuda serta didukung para tokoh masyarakat, menggelar kegiatan pengajian umum dan santunan anak yatim piatu yang rutin dilaksanakan setiap tahun di bulan Muharram, Minggu (13/7/2025) malam.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, namun wujud nyata rasa cinta dan tanggung jawab sosial terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya.
Ketua RW 10,Didik Jokowinarno, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi positif yang ingin terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Ini bentuk syukur kami kepada Allah SWT. Kegiatan ini adalah cermin dari kepedulian, dan kami ingin menjadikannya kebiasaan baik yang terus dilestarikan,” ujar Didik.
Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai empati kepada masyarakat agar tercipta lingkungan yang saling membantu dan menguatkan.
Kita hidup bukan hanya untuk diri sendiri. Kita hidup untuk saling peduli. Itulah yang ingin kita tanamkan kepada warga,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Mayangan Agus Dwiwantoro menyampaikan apresiasinya terhadap kekompakan warga dan para pemuda yang turut serta menyukseskan acara tersebut.
Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar. Ini bentuk solidaritas warga sebagai pengurus lingkungan, bersama para pemuda yang turut ambil peran,” katanya.
Kegiatan ini juga mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Salah seorang warga mengungkapkan bahwa santunan tersebut telah menjadi tradisi yang sangat dinantikan oleh warga, terutama keluarga yang kurang mampu.
Kami sangat berterima kasih kepada para pengurus dan pemuda patiunus. Mereka selalu siap membantu dan peduli terhadap warganya yang membutuhkan,” ujar warga tersebut.
Warga berharap, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dengan dukungan dari lebih banyak donatur. Harapannya, tidak hanya anak-anak yatim yang terbantu, tetapi juga para janda, lansia, dan kaum dhuafa yang tinggal di lingkungan RW 10.
“ Semoga semakin banyak pihak yang tergerak hatinya untuk berbagi, agar tidak ada lagi warga yang merasa sendiri dalam kesulitan,” pungkasnya.
Selain mendengarkan tausyiah Nyai Hj,Hayyinah Abdul Hamid yang mencerahkan,tujuan kegiatan ini adalah untuk mengingatkan kepada semua umat Islam bahwa membangun peradaban yang lebih baik bisa dimulai dari Mushollah dan Masjid.Pesan ini menekankan peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang strategis dalam membangun masyarakat madani.(Choy)

