Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kabametro.id, LAMPUNG UTARA – Sebanyak 27 Sekolah Dasar(SD) di Kabupaten Lampung Utara(Lampura) harus di Merger dalam pembiayaan siswa-siswanya.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan(Kadisdikbud) Lampura H. Mat Soleh.

Mat Soleh menjelaskan, dari 50 sekolah yang seharunya di Merger setelah dilakukan upaya dari Camat hingga ke perangkat Desa akhirnya hanya ada 27 SD saja yang di Merger dalam pembiayaan siswanya.”Kalau sekolah yang di tutup itu enggak ada. Tapi kalau pembiayaan siswanya yang di Merger ia ada itu ada 27 SD, jelas Kadisdikbud Lampura H. Mat Soleh saat diwawancarai Awak media ini, Kamis (7/10).

Untuk sekolah-sekolah yang di Merger lanjut Mat Soleh, bagi para Kepala Sekolah(Kepseknya) akan dipindahkan ke sekolah-sekolah lain.
Atau nanti mereka akan di Plt. kan dengan Kepsek yang sudah pensiun. Selain itu ada alternatif lainnya yakni nanti mereka bisa kembali seperti guru biasa dan boleh minta ditempatkan di mana saja, tentunya akan disesuaikan dengan formasi yang ada.

Siswa-siwa dari 27 sekolah tersebut akan tetap bersekolah di tempat biasa, namun pembiayaannya dimergerkan di sekolah terdekat, sehingga sekolah tersebut masih mendapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). ”Masih sekolah di tempat biasa anak-anak. Namun pembiayaannya kita minta ke sekolah yang muridnya lebih dari 60 orang,” paparnya.

Pemkab Lampura melalui Disdikbud masih Mat Soleh, mendapat surat dari Kementrian Pedidikan bahwa untuk sekolah yang di Merger tidak jadi dilaksanakan.
Di situ juga dijelaskan bahwa sekolah-sekolah yang muridnya selama tiga tahun berturut-turut di bawah 60 orang maka tidak diberikan dana BOS.

Jika tidak diberikan dana BOS dari mana sekolah tersebut akan beroperasi.
Sementara itu ada alternatif lain yakni akan diserahkan ke Pemkab Lampura, ini juga tidak mungkin dari mana Pemkab akan membayarnya, untuk itu siswanya aja yang diminta untuk di Merger Pembiayaannya.”Rencananya ini akan di mulai pada tahun 2022.
Banyak yang kami pertimbangkan salah satunya Standar Pelayanan Minimal(SPM) yang sudah dikeluarkan pak Bupati H. Budi Utomo bahwa minimal jarak antar sekolah 2 kilo meter(KM),” tandasnya. (Reki)

RELATED ARTICLES

SMKN 1 Pagar Dewa Lampung Barat Membutuhkan Penambahan Kapasitas Internet

Kabarmetro.id, LAMPUNG BARAT - Kepala sekolah smkn 1 pagar dewa Herlina Hasmin M.Pd kabupaten lampung barat mendatangi dinas komunikasi dan informatika kabupaten lampung...

Siswa Lelaki dan Perempuan Belajar di Waktu Berbeda! Ada Apa?

Kabarmetro.id, KOTA PROBOLINGGO - Sejumlah SDN di Kota Probolinggo mulai menerapkan dengan memisahkan ruang belajar antara siswa laki-laki dan perempuan. Kebijakan sebagai tindak lanjut...

Wow! Disebut Sekolah Diatas Awan SMKN 1 Pagar Dewa Lampung Barat

Kabarmetro.id, Lampung Barat - SMKN 1 Pagar Dewa Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat masyarakat dan dewan guru menyebutnya sekolah di atas awan....

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Sah Bersalah! Polri Copot Randy

Kabarmetro.id, SURABAYA - Randy Bagus Hari Sasongko, yang merupakan tersangka aborsi terhadap Novia Widya Sari, Kamis (27/1/22) menjalani sidang KKEP (Komisi Kode Etik...

Resmi! Anthony Martial Main di Sevilla

Kabarmetro.id - Klub Liga Spanyol, Sevilla akhirnya mengumumkan mereka resmi memboyong Anthony Martial dari Manchester United. Kabar ini dibagikan Sevilla lewat laman resmi dan...

Pangdam Jaya Pimpin Apel Gelar Pasukan Satuan

Kabarmetro.id, JAKARTA - Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto memimpin Apel Gelar Pasukan Satuan Jajaran Kodam Jaya yang dilaksanakan di lapangan Jayakarta-Kodam Jaya, Kamis...

Denada Merasa Lebih Sehat, Karena Zumba?

Kabarmetro.id - Penyanyi Denada sudah cukup lama belajar Zumba. Dia sampai sekarang masih aktif menekuninya karena merasakan sejumlah manfaat baik untuk kesehatan fisik ataupun...

Recent Comments