MELAWI || Di bawah terik matahari Kabupaten Melawi, sosoknya begitu lekat di ingatan ratusan purna Paskibraka. Bagi mereka yang pernah digembleng di bawah komandonya, ia bukan sekadar pelatih, melainkan seorang ayah yang menempa mental baja, disiplin, dan cinta tanah air. Beliau adalah Aiptu Yanto.
Senin pagi (1/6/2026), suasana di Lapangan Apel Bhayangkara Polres Melawi mendadak khidmat. Langkah tegap Aiptu Yanto maju ke depan untuk menerima penghargaan langsung dari Kapolres Melawi, AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla. Pria kelahiran Tayan, Kabupaten Sanggau 47 tahun lalu ini, menjadi satu dari lima belas personel yang dinilai memiliki dedikasi luar biasa di luar tugas pokoknya sebagai Ps Paur Dalpers Bag SDM Polres Melawi.
Penghargaan ini bukanlah sekadar formalitas di atas kertas berdasarkan Surat Keputusan Kapolres Melawi Nomor KEP/14/IV/2026. Ini adalah pengakuan atas pengabdian tanpa batas. Sejak tahun 2005—selama 21 tahun lamanya—Aiptu Yanto telah menjadi pelopor, melatih dan membentuk karakter generasi muda Melawi melalui Paskibraka.
“Pengabdian luar biasa, selama dua puluh satu tahun menjadi pelatih Paskibra sejak tahun dua ribu lima hingga sekarang,” ujar AKBP Harris Batara Simbolon dengan nada bangga.
Ketegasan yang Membina, Candaan yang Merangkul
Di kalangan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Melawi, Aiptu Yanto dikenal memiliki magnet tersendiri. Bersama rekan-rekan dari TNI, ia terkenal sangat tegas saat proses seleksi dan latihan. Namun, di balik tatapan matanya yang tajam saat menggembleng fisik calon Paskibraka, tersimpan hati yang begitu hangat. Saat latihan usai, suasana kaku langsung cair lewat candaan-candaan khasnya yang humanis.
“Pembentukan karakter dan jiwa nasionalisme hendaknya dibentuk dari sekarang melalui pelaksanaan Paskibra. Untuk itu, generasi muda jangan lemah menghadapi tantangan dan harapan di masa akan datang,” tambah Kapolres Melawi, mengutip esensi dari perjuangan Aiptu Yanto selama ini.
Pahlawan Kemanusiaan di Luar Lapangan
Dedikasi Aiptu Yanto ternyata tidak berhenti di lapangan upacara. Jauh dari riuh rendah peluit latihan, jemarinya telah banyak menyentuh dan menyelamatkan hidup masyarakat kecil yang membutuhkan.
Catatan prestasinya di bidang kemanusiaan begitu menggetarkan hati:
1. Penyelamat Ibu Melahirkan:
Ia pernah mendapatkan penghargaan dari Kakorlantas Polri dan Kapolres Melawi terdahulu (AKBP Sigit Eliyanto Nurharjanto) karena aksi heroiknya menggunakan kendaraan dinas Polri untuk melarikan seorang ibu kurang mampu yang tengah kesakitan menanti proses persalinan ke Rumah Sakit Kasih Bunda Jaya Nanga Pinoh.
2. Malaikat Pelindung Anak Hidrosefalus:
Pada tahun 2023, Camat Belimbing, Felix Triudadin, memberikan penghargaan atas aksi sosial Aiptu Yanto yang menginisiasi open donasi demi membiayai pengobatan Ananda Riski Sabil, seorang bocah kurang mampu yang menderita kelebihan cairan di kepala (Hidrosefalus).
Di akhir upacara, AKBP Harris Batara menitipkan pesan mendalam kepada Aiptu Yanto agar tidak pernah lelah menyalakan api nasionalisme.
“Teruslah membentuk karakter generasi yang tangguh, siap bersaing di masa depan. Tanamkan nilai-nilai keagamaan, jiwa nasionalisme, patriotisme, serta cinta tanah air, bangsa, dan negara yang selalu membara di dalam jiwa setiap anggota Paskibraka,” pungkas Kapolres Melawi.
Aiptu Yanto adalah bukti nyata bahwa seragam cokelat Polri bukan hanya simbol penegakan hukum, melainkan jalan pengabdian untuk memanusiakan manusia dan mengukir masa depan bangsa.(jnr)





